Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apa Pendapatmu tentang Al-Qur’an?

0

Sufyan dikenal sebagai murid yang cerdas, dia banyak mengemukakan pertanyaan kepada gurunya. Perhatian semacam inilah yang memberikan pengaruh penting dalam kehidupan Sufyan bin Uyainah.

Banyak ulama pada zamannya yang menceritakan tentang keunggulannya, di antara mereka ada yang mengatakan, “Sufyan hin Uyainah adalah seorang imam yang tsiqah (tepercaya), dia lebih mengetahui hadits Amru bin Dinar daripada Syu’bah. Sahabat Az-Zuhri yang paling kuat hafalannya (tsabit) adalah dia dan Malik.”

Telah kita sebutkan sebelumnya tentang pemilik ungkapan ini. Sufyan juga memiliki pandangan terkait beberapa permasalahan termasyhur di tengah-tengah pembahasan fikih dan aqidah Islam dengan berbagai perbedaannya. Dia adalah seorang pengikut sunnah dan ittiba’.

Suatu hari, seorang laki-laki mendatanginya seraya bertanya, “Apa pendapatmu tentang Al-Qur’an?”

Sufyan pun menjawab, “Ia adalah kalam Allah, dari-Nya ia keluar dan kepada-Nya ia akan kembali.”

Seorang lainnya bertanya, “Apa pendapatmu tentang hadits-hadits yang diriwayatkan terkait ru’yah (melihat Allah di akhirat) ini?”

Sufyan pun menjawab, “Benar, berdasarkan apa yang kami dengar dari orang-orang yang kami percaya dan kami ridhai.”

Orang-orang pun terus melontarkan banyak pertanyaan kepadanya, hingga dia pun berkata, “Biarkanlah aku bernafas lebih dulu.”

Related Posts

Orang yang Mengajarkan Kitabullah Tidaklah Pikun

Lalu orang itu melanjutkan pertanyaannya, “Bagaimana pendapannti tentang hadits Abdullah dari Nabi, “Sesungguhnya Allah meletakkan langit di atas satu jari-Nya.” (HR. Al-Bukhari)

Dan hadits:

“Sesungguhnya hati hamba-hamba Allah itu ada di antara dua jari Allah Yang Maha Pengasih.” (HR. Muslim)

Juga hadits:

“Sesungguhnya Allah merasa kagum atau tertawa terhadap orang yang mengingat-Nya di pasar.”?

Lantas Sufyan pun menjawab, “Kita menetapkan dan mergatakan sebagaimana diriwayatkan tanpa harus menanyakan caranya.”

Imam Asy-Syafi’i memiliki pendapat sendiri tentang Sufyan seorang ulama ahli hadits, dia berkata, “Kalaulah tidak ada Malik dan Sufyan bin Uyainah, niscaya hilanglah ilmu yang ada di daerah Hijaz.”

Dia juga mengatakan, “Dasar-dasar hukum itu ada lima ratus sekian hadits semuanya ada pada Malik kecuali tiga puluh hadits, dan semuanya ada pada Ibnu Uyainah kecuali enam hadits saja.”” []

Sumber: Kisah Para Tabiin/Penulis:Syaikh Abdul Mun’im Al-Hasyimi /Penerbit:Ummul Qura

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline