Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apa Maksudmu Jangan seperti Utusan Kaum Ad?

0 17

“..Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (Al-Haqqah 69:7)

Kaum ‘Aad adalah kaum yang durhaka kepada Allah Ta’ala dengan menjadi kaum yang pertama kali menyembah berhala setelah peristiwa banjir besar dan luluh lantaknya umat manusia yang kafir. Berhala mereka ada tiga yaitu Shad, Shamuda, Hara. Oleh karena itu, Allah Ta’ala utus saudara mereka, Nabi Hud untuk mengembalikan mereka kepada aqidah tauhid yang bersih dari syirik.

Diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad, ia menceritakan, “Zaid bin Habbab bercerita kepada kami, Abu Mundzir Salam bin Sulaiman An-Nahwi bercerita kepada kami, Ashim bin Abu Najud bercerita kepada kami, dari Abu Wa’il, dari Haritsl—bin Hassan—yang lain menyebut Ibnu Zaid ia berkata, `Aku pergi untuk mengadukan Alla ‘ bin Al-Hadhrami kepada Rasulullah lalu aku melintas di Rabdzah. Di sana ada seorang wanita tua renta dari Bani Tamim tinggal seorang diri.

Wanita tua itu kemudian berkata, `Hai Hamba Allah! aku punya keperluan dengan Rasulullah bisakah kau membawaku untuk menemui beliau?’

Aku kemudian menggendong wanita tua itu hingga tiba di Madinah. Saat itu Masjid penuh orang, panji hitam berkibar, dan Bilal mengalungkan pedang di hadapan Rasulullah Aku kemudian bertanya, `Ada apa ini?’

Mereka berkata, `Amr bin Ash hendak diutus ke suatu tempat.’

Aku kemudian duduk, Rasulullah masuk rumah—atau tenda—lalu aku meminta izin rnasuk untuk menemui beliau. Aku kemudian masuk, lalu mengucapkan salam. Beliau lantas bertanya, `Adakah suatu keperluan antara kalian dengan Bani Tamim?’

`Ya. Kami memang sering berperang melawan Bani Tamim. Aku berpapasan dengan seorang wanita tua dari Bani Tamim yang tinggal seorang diri. Ia memintaku untuk menggendongnya dengan maksud untuk menemuimu. Orangnya sekarang berada di depan pintu.’

Rasulullah mempersilakan si wanita tua masuk, ia kemudian masuk. Ia marah, duduk dengan gelisah dan tidak tenang, lalu berkata, `Wahai Rasulullah, kepada siapakah orang terdesak (memohon pertolongan)?’

Related Posts

Rasulullah Rela Menguburkan Dzul Bajadain Sendirian

Aku menyela pembicaraan dan mengatakan, `Sungguh, aku ini seperti yang dikatakan orang-orang terdahulu, `Ma’za membawa kematiannya.’ Aku menggendong ibu tua ini tanpa aku sadari bahwa ia adalah musuhku. Aku berlindung kepada Allah dan rasul-Nya jika aku menjadi utusan seperti utusan kaum Ad.’

Rasulullah bertanya, `Jelaskan, siapa itu utusan kaum Ad?’

Sebenarnya Rasulullah lebih tahu kisah tentang utusan kaum Ad dariku, hanya saja beliau sengaja ingin mendengar kisahnya. Aku menuturkan, `Kaum Ad tertimpa kemarau hebat, mereka kemudian mengirim seorang utusan bernama Qail. Ia kemudian berpapasan dengan Mu’awiyah bin Bakar, dan singgah di tempatnya selama sebulan. Mu’awiyah memberinya khamr. Dua budak wanita menyanyi untuknya, keduanya bernama Jaradah.

Setelah sebulan berlalu, Qail pergi menuju gunung Tihamah, ia kemudian berdoa, `Ya Allah! Sungguh Engkau tahu, aku datang bukan untuk menjenguk orang sakit ataupun menebus tawanan. Ya Allah! Berilah kaum Ad hujan seperti sedia kala.’

Awan-awan hitam kemudian berlalu, lalu ada yang menyerukan, ‘Silakan kau pilih yang mana.’

Qail menunjuk awan hitam, kemudian ada yang menyerukan, ‘Ambillah abu yang membinasakan abu yang tiada akan menyisakan seorang dari kaum ‘Ad.’

Abu Wa meneruskan, `Menurut riwayat yang sampai padaku, setelah angin tersebut mendekat seukuran cincinku ini, mereka semua binasa. Maka setelah itu setiap kali ada yang mengirim utusan, mereka berkata janganlah seperti utusan kaum ‘Ad.’ “ []

Sumber: Kisah Para Nabi/ Penulis: Imaduddin Abu Fida’ Isma’il bin Katsir Al-Quraisyi Ad-Dimasyqi/ Penerbit: Ummul Qura, 2013

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline