Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apa Kesalahannya? Sehingga Rasulullah Mengusir Umatnya Sendiri

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., “Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam pernah mendatangi pekuburan, lalu beliau mengucapkan salam, “Assalamu `alaikum dara qaumin muminin; wa inna insya Allahu bikum Iahiqun—semoga kesejahteraan tetap atas kalian wahai penduduk perkampungan kaum Mukmin; sungguh, insya kami nanti akan menyusul kalian. Aku senang sekali jika dapat berjumpa dengan saudara-saudara kita.”

BACA JUGA: Abu Thalhah Larang Rasulullah Berdiri Tegak di Medan Uhud

Para sahabat bertanya, “Bukankah kami ini saudara engkau wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Kalian itu sahabatku, sedangkan saudara-saudara kita adalah orang-orang yang belum datang.”

Para sahabat bertanya lagi, “Bagaimana engkau bisa mengenali umatmu yang belum datang wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Kalau seorang laki-laki mendapatkan kuda yang putih mukanya itu berada di tengah-tengah kelompok kuda yang hitam pekat, bukankah orang itu dapat mengenali kudanya?”

Para sahabat menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda, “Begitu pula mereka akan datang pada hari kiamat nanti dengan wajah dan tangan yang cemerlang karena wudhunya; sedangkan aku akan mengiringi mereka ke telaga. Ketahuilah, akan ada beberapa orang yang akan diusir dari telagaku, sebagaimana diusirnya unta yang tersesat. Lalu kupanggil mereka, `Marilah ke sini.’

BACA JUGA: Memecahkan Misteri Hulu Sungai di Surga

Akan tetapi, dikatakan, `Mereka itu telah murtad dari agamanya sesudah engkau wafat.’

Kemudian aku mengatakan, ‘Enyahlah kalian jauh-jauh dari sini.” (1: 150—S.M.) []

Sumber: Ringkasan Shahih Muslim – Hc (new)/Penulis: Zaki Al-din ‘abd Al-azhim Al-mundziri/Penerbit: Mizan/2008

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More