Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apa Itu Ilmu Kalam?

Ilmu satu ini meliputi keahlian akal seperti yang telah didefinisikan oleh Ibnu Khaldun dalam Al-Ibar wa Diwan al-Mubtada wa al-Khabar, ilmu kalam adalah ilmu yang mengandung hujjah tentang akidah keimanan dengan dalil-dalil akal, dan orang-orang ahli bid’ah dan sesat.

BACA JUGA: Mengenal Fakhruddin Ar-Razi (543 H/1148)

Ilmu kalam ditetaapkan secara murni ditulis oleh kaum Muslimin, minimal dalam pertumbuhannya. Dimana ilmu ini dikembangkan untuk menolak akidah agama dan penafsirannya—atau pentakwilannya secara logika—ketika terjadi kesesatan dan kezindikan. Dari dasar ilmu inilah muncul madzhab filsafat besar.

Muncullah aplikasi kaum Muslimin dalam penafsiran alam semesta dan menguak aturan-aturan alam, menyampaikan kepada mereka tentang pemahaman yang ada dan bergerak berikut alat-alatnya, berbeda dengan pemahaman orang-orang Yunani dan telah mendahului orang-orang Eropa masa kini dengan aliran filsafatnya. (al-Filsafat al-Islamiyah)

Sepertinya, kepedulian ahli ilmu kalam dalam manhaj mereka tentang teori dan akal merupakan Batasan dengan sebagian kaum orientalis yang menetapkan ilmu kalam sebagai puncak keahlian dalam pemikiran filsafat Islam.

Orientalis Perancis Renan mengakui keagungan pemikiran Muslim, ia menyebutkan soal dalil atas keluasan pemikiran kaum Muslimin dalam Ilmu Kalam ini.

BACA JUGA: Penyerahan Kota Suci kepada Penguasa Tertinggi Islam

Katanya, “Sedang hakikat gerakan filsafat dalam Islam sepatutnya menyentuh dalam madzhab-madzhab mutakallimin (ahli kalam). (Dirasat fi al-Falsafah al-Islamiyah). []

Sumber: Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia/karya Syaikh Raghib as-Sirjani

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline