Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Antara Perjanjian dan Keimanan

0

Ketika Suhail bin Amr datang untuk berunding dengan Nabi dalam perjanjian Hudaibiyah, dan saat mereka sedang menulis perjanjian tersebut, tiba-tiba Abu Jandal putra dari Suhail bin Amr datang dalam kondisi terikat rantai. Ia melarikan diri dari Quraisy dan bergabung dengan Kaum Muslimin.

Ketika Suhail ayah dari Abu Jandal melihat anaknya itu, ia lantas memukul dan memegang leher bajunya dan berkata, “Wahai Muhammad, perjanjian telah berlaku sebelum ia datang.”

Nabi menjawab, “Ya, kau benar”

Related Posts

Dengan berat hati Nabi melepaskan Abu Jandal dan menyerahkan pada Kaum Ayahnya yang dibawa kembali ke Quraisy. Saat itu Abu Jandal berteriak lantang, “Wahai Kaum Muslimin, apakah kau membiarkanku dikembalikan kepada orang-orang Musyrik yang akan menyiksa ku karena agama yang aku yakini?”

Nabi pun berkata, “Abu Jandal, bersabar dan berharap lah! Allah pasti akan memberikan jalan keluar bagimu dan bagi orang-orang yang lemah. Kami telah menyepakati perjanjian dan perdamaian serta kami saling memberikan kepercayaan. Kami tidak mampu mengkhianati perjanjian tersebut.”

Saat itu, Umar mendekatkan kepala pedangnya ke arah Abu Jandal. Ia berkata, “Aku berharap Abu Jandal mengambil pedang itu untuk menebas ayahnya. Akan tetapi ia masih ingin mempertahankan hidup ayahnya. Dan perjanjian itu tetap berlaku.” []

Sumber: Nabi Muhammad Di Hati Sahabat/ Penulis: Walid Al-A’zhami/ Penerbit: Serambi Baru, 2016

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline