Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Anjuran dan Manfaat Tidur Siang

0 33

Tidur siang adalah istirahat terbaik di masa-masa setelah lelah bekerja dari pagi hingga siang hari. Tetapi jarang sekali orang menyadari manfaat dari tidur siang. Tidur siang memang terlihat sepele tetapi ini manfaat dan anjuran tidur siang.

Salah satu sebab yang bisa membantu qiyamul lail adalah tidur sebentar di waktu siang. Hal itu diriwayatkan secara jelas dari jalur yang marfu’ dan mursal dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah bantuan untuk bisa shalat malam dengan tidur siang.” Diriwayatkan secara mursal dengan redaksi. “Tidur siang merupakan penolong terbaik untuk bisa bangun malam.”

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga sudah menganjurkan dengan sangat akan makna ini berupa tidur pada sebagian waktu siang. Beliau bersabda berdasarkan riwayat dari Anas ra, “Tidur sianglah, karena setan itu tidak tidur siang.” Ada pula riwayat senada secara mawqufa dari Umar, Umar melewati para pekerjanya ketika sampai di waktu tengah hari Umar menyuruh mereka tidur siang agar bisa membantu mereka menjalankan shalat malam. Dari As-Seib bin Yazid ra yang berkata, “Umar bin Khaththab ra menjumpai kami, ketika sudah sampai di tengah siang atau sesaat sebelum itu dan dia berkata kepada kami, “Istirahatlah dan tidurlah dari sisa waktu yang ada, karena setan tidak tidur siang.”

Abdullah bin Amr ra,seorang sahabat yang mulia membagi tidur itu menjadi tiga macam, tidur yang rusak, tidur yang luhur dan tidur yang bodoh. Tidur yang rusak adalah tidur di waktu Dhuha, dimana orang bekerja mencari nafkah dia malah tidur. Tidur yang luhur adalah tidur siang. Tidur yang bodoh adalah tidur di waktu-waktu shalat.”

Penghulu para tabi’in dan tauladan para ahli tahajud tentang apa yang kita alami sebagai kaum muslimin berupa keteledoran dari shalat kita menghadap Tuhan semesta alam. Abu Sa’id berkata,”Aku mendengar Hasan yang saat itu sedang di pasar dan dia mendengar riuhnya para pengunjung pasar, dia berkata, “Tidakkah mereka tidur siang? Aku rasa malam-malam mereka adalah malam-malam yang buruk.” Lalu dia bersumpah, “Demi Allah, tidak ada seorangpun yang menganggap mulia sebuah dirham kecuali Allah akan merendahkannya.” Sebagian salaf berkata, “Bagaimana mungkin seorang pedagang bisa selamat dari siksa yang buruk ketika dia tidur di malam hari dan berbuat sia-sia di siang hari?!” []

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline