Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Aneh Sekali

0

Mahmud bin Rabi’ bercerita: Pada suatu hari, Mahmud bin Rabi’ berjalan dengan Syaddad bin `Aus pergi ke pasar. Kemudian dia pulang ke rumah. Sesampai di rumah, dia berbaring tidur sembari menyelimuti tubuhnya dengan pakaiannya. Setelah itu, dia menangis tersedu-sedu dan berkata, “Aneh sekali, mengapa mereka menjauhi Islam?” Ketika dia sudah tidak lagi menangis, maka aku berkata kepadanya, “Hari ini kamu melakukan sesuatu yang belum pernah kamu lakukan!”

Kemudian dia berkata, “Sesuatu yang paling aku takutkan kepada kalian adalah syirik dan syahwat yang samar.”

Lalu aku berkata, “Apakah dari syariat Islam yang kamu takutkan atas diri kami hanyalah kemusyrikan?”

Dia menjawab, “Ibumu akan meninggal dunia dengan baik dan selamat dari kemusyrikan jika dia tidak menjadikan tuhan selain Allah.”

Dalam riwayat lain disebutkan: Aku berkata, “Apakah yang kamu takutkan atas diri kami adalah kemusyrikan?”

Dia menjawab, “Jika ibumu kehilangan anak yang paling disayangi, maka hal itu lebih ringan daripada tiga hal: Seseorang yang riya’ dalam shalatnya, seseorang yang riya’ dalam puasanya, dan seseorang yang riya’ dalam jihadnya.”

Setelah itu, dia menangis hingga aku mendengar suara tangisannya yang tersedu-sedu. []

Baca juga: Ketika Umar Menangis Saat Shalat Subuh

Sumber: Tuhan Izinkan Aku Menangis Padamu: 200 Kisah air mata yang menetes karena takut pada Allah/Penulis: Majdi Fathi Sayyid/ Penerbit: Mirqat, 2007

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline