Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Anak Itu Terus Mengulang Perkataannya Sembari Bercucuran Air Mata

0 1

Suatu ketika, ‘Abdullah bin ‘Umar sedang pergi ke pasar bersama dengan sahabatnya. Kemudian ia mencari tempat untuk makan. Seketika, ia melihat seorang anak kecil penggembala kambing lewat dihadapan mereka. ‘Abdullah bin ‘Umar memanggilnya dan mengajaknya makan bersama. Namun anak penggembala kambing tadi menolaknya karena ia sedang berpuasa.

Mendengar hal itu, ‘Abdullah bin ‘Umar menatapnya dengan perasaan kagum dan terharu. Lalu ia bertanya, “Saat cuaca yang sedang panas dan terik seperti ini, engkau tetap berpuasa sambil menggembala kambing?”

Kemudian anak itu menjawabnya, “Iya, panas di dunia belum sebanding dengan panasnya api neraka.”

Sungguh jawaban yang sangat mulia. Setelah itu, ‘Abdullah meminta anak itu untuk menjual satu kambing yang sedang digembalakannya itu. Namun ternyata kambing itu bukanlah miliknya, melainkan milik majikannya, dan anak kecil itu tidak berani menjual kambing–kambing itu sekalipun hanya satu tanpa seizin dan sepengetahuan majikannya.

‘Abdullah bin ‘Umar berniat untuk menguji sifat amanah anak penggembala tadi. Ia berkata, “Jual saja satu kambing ini padaku, dan gunakanlah uang itu sesuka hatimu nak. Jangan merasa takut pada majikanmu, lagipula dia tidak melihatmu. Dan katakan saja bahwa satu kambing tadi telah dimakan srigala. Tentu majikanmu akan percaya pada perkataanmu.”

Mendengar bujukan ‘Abdullah bin ‘Umar, anak itu langsung menyahutnya, “Astaghfirullahal’azim, walaupun majikanku tidak melihat perbuatanku, tapi ketahuilah tuan, bahwa ada Allah yang selalu melihat semua yang aku kerjakan. Semoga Allah memaafkan tuan. Dimanakah Allah? Dimanakah Allah?” Anak itu terus mengulang perkataannya sembari bercucuran air mata. “Dimanakah Allah? Dimanakah Allah? Dimanakah Allah?”

Akhirnya, ‘Abdullah bin ‘Umar pun ikut menangis dan mengikuti perkataannya “Dimanakah Allah?” Kemudian ia membeli anak penggembala tadi beserta kambing-kambingnya. Sehingga anak itu terbebas dari perbudakan, dan ‘Abdullah bin ‘Umar memberikan kambing-kambing itu pada sang anak sebagai hadiah atas perbuatan amanah dan keimanannya pada Allah ‘Azza wa Jalla.  []

 

Sumber : 40 Kisah Pengantar Anak Tidur/Najwa Husein Abdul Aziz/Gema Insani/Depok/2006.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline