Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Amr bin Ash: Kalian Adalah Bala Bantuan yang Kuminta

0

Masih ada kisah menakjubkan lainnya dari Abu Ubaidah. la sering ditunjuk sebagai pemimpin, namun tetap rendah hati. Abu Ubaidah terkenal santun dan lemah lembut. Urwah bin Az-Zubair bercerita bahwa ketika Perang Dzatus Salasil, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengangkat Amr bin Ash sebagai komandan pasukan.

Pasukan itu memasuki Syam dari arah Bala. Sementara itu, satu pasukan lain menyusul dari arah Qudha’ah. Amr  melihat jumlah musuh terlalu banyak, maka ia mengirim utusan menghadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk meminta bala bantuan. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian mengirim pasukan yang terdiri dari orang-orang Muha-jirin.

Di antara pasukan itu terdapat dua sahabat utama, yaitu Umar bin Khattab dan Abu Bakar Ash Shidiq. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menunjuk Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai komandan pasukan.

Ketika pasukan Abu Ubaidah bertemu pasukan Amr bin AsH, maka Amr berkata, “Aku adalah komandan karena aku yang meminta pasukan tambahan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.”

Orang-orang Muhajirin tidak setuju.

“Bolehlah engkau menjadi komandan pasukanmu, tapi Abu Ubaidah tetap menjadi komandan pasukan Muhajirin.”

Amr bin Ash membantah, “Kalian adalah bala bantuan yang kuminta.”

Abu Ubaidah dengan lemah lembut segera menengahi keadaaan yang mulai memanas dengan berkata, “Wahai Amr, harap engkau ketahui bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepadaku, `Jika engkau sudah bertemu rekanmu, hendaklah kalian saling mematuhi.’ Kalau memang engkau tidak mau patuh padaku, akulah yang akan patuh kepadamu.”

Kemudian Abu Ubaidah menyerahkan kepemimpinan kepada Amr bin Ash. Seperti itulah kelembutan dari Abu Ubaidah. la mengalah dan menyerahkan tampuk komandan kepada Amr. Abu Ubaidah tidak menginginkan pertikaian di antara kaum muslimin. Jika pertikaian terjadi, apa jadinya nanti, padahal mereka akan menghadapi musuh yang besar. Abu Ubaidah bertindak bijak dan tidak egois. []

Baca juga: Ini Pengakuan ‘Amr Bin Ash Menjelang Kepergiannya

Sumber: 99 Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi/Penulis: Tethy Ezokanzo/Penerbit: Kalil

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline