Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ampunan Tanpa Syarat bagi Pembunuh Paman Nabi

0 27

Wahsyi bin Harb, pembunuh paman Nabi, berkirim surat kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dari Makkah.

“Saya sebenarnya ingin masuk Islam. Tapi, sebuah ayat keburu turun kepadamu, dan itu membuatku urung masuk Islam. Tuhanmu berfirman dalam Qs Al-Furqan 58, ‘Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa melakukan yang demi-kian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosanya.’ Aku telah melakukan ketiganya. Masihkah pintu tobat terbuka untukku?”

Menjawab pertanyaan itu, wahyu turun kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dalam Qs Al-Furqan 70, ‘Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka digantilah oleh Allah kejahatan mereka dengan kebajikan. Dan, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Rasulullah memerintahkan agar ayat ini dituliskan lalu dikirimkan kepada Wahsyi di Makkah.

Wahsyi membalas, “Dalam ayat masih terdapat satu syarat: mengerjakan amal saleh. Saya tidak tahu apakah saya mampu mengerjakan amal saleh atau tidak.”

Kemudian turun lagi satu ayat dalam Qs An-Nisa 48, ‘Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.’

Ayat ini dikirimkan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam kepada Wahsyi. Wahsyi membalas lagi, “Ayat itu masih menetapkan satu syarat: bagi siapa yang Dia kehendaki. Saya tidak tahu apakah saya termasuk yang dikehendaki Allah untuk diampuni atau tidak.”

Turun lagi wahyu kepada Nabi dalam Qs Az-Zumar 53. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melam-paui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Wahsyi lega. Ia tak lagi menjumpai syarat dalam ayat ini. Maka berangkatlah ia ke Madinah untuk menemui Nabi dan menyatakan diri masuk Islam. []

Sumber: Tobat itu Nikmat/ Penulis: Asy’ari Khatib/ Penerbit: Zaman, 2013

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline