Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Allah Tidak Peduli Lagi kepada Umar dan Putrinya Setelah Ini

0

Suatu hari Utsman bin Affan mendatangi Rasulullah Shalallahu alihi wassalam dalam keadaan tertekan, malu, dan sedih, mencucurkan air mata dan kecut jiwanya. Dia berkata, “Hubungan pernikahanku telah putus darimu karena kematian Ruqayyah, wahai Rasulullah.”

Beliau amat menaruh kasihan kepadanya dan kemudian bersabda, “Aku benar-benar akan menikahkanmu dengan saudaranya, yaitu Ummu Kultsum.”

Beliau kemudian menikahi Hafshah, dan Utsman r.a menikahi Ummu Kultsum. Hafshah pun memasuki rumah tangga Nabi Shalallahu alihi wassalam sebagai Ummul Mukminin. Hafshah termasuk orang yang ahli ibadah, bertakwa, banyak berpuasa, dan bangun malam untuk melaksanakan shalat.

Related Posts

Dia adalah istri Nabi Shalallahu alihi wassalam yang paling dekat dan akrab dengan Aisyah ra., sehingga keduanya bagai dua saudara yang selalu bersama dan tidak pemah berselisih. Akan tetapi, ada tabiat Hafshah yang sesuai dengan arti namanya, dia sangat keras dan kuat. Sifat ini barangkali menurun dari ayahnya, Umar Al-Faruq, ditambah lagi ketika Hafshah dalam keadaan janda, dia menjadi cepat marah dan jengkel. Karena watak inilah, Rasulullah Shalallahu alihi wassalam pernah menceraikannya, tetapi kemudian rujuk lagi.

lbn Salad menuturkan bahwa Rasulullah Shalallahu alihi wassalam pemah menceraikan Hafshah, tetapi kemudian rujuk lagi, karena Malaikat Jibril as berkata kepada Rasulullah, “Nikahilah kembali Hafshah karena dia adalah seorang ahli puasa dan rajin beribadah malam, dan karena dia adalah istrimu nanti di surga.”

Dalam riwayat Uqbah ibn ‘Amir berkata, “Rasulullah Shalallahu alihi wassalam pemah menceraikan Hafshah binti Umar, sehingga sampailah berita itu kepada Umar. Lalu dia menumpahkan debu di atas kepalanya dan berkata, ‘TKemudian turunlah Malaikat Jibril as esok harinya kepada Rasulullah dan berkata, ‘Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk menikahi kembali Hafshah sebagai kasih sayang terhadap Umar.'”

Sumber: Perempuan Agung de Sekitar Rasulullah Saw/ Penulis: Muhammad Ali Quthb/ Mei, 2009

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline