Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ali: Beritahukan kepadaku, Siapa Manusia yang Paling Berani?

0 112

AI-Bazzar dalam Musnadnya dari Ali bin Abi Thalib berkata, “Beritahukan kepadaku, siapa manusia yang paling berani?”

Mereka berkata, “Tak ada, kecuali engkau sendiri!”

Ali berkata, “Adapun saya, setiap saya mengajak duel maka saya melakukan dengan penuh kehati-hatian, namun bukan itu maksudku. Beritahukan kepadaku siapa orang yang paling berani?”

Mereka berkata, “Kami tidak tahu, lalu siapa dia?”

“Dia adalah Abu Bakar. Sesungguhnya tatkala peristiwa Badar, kami membikin bangsal berteduh untuk Rasulullah. Kami kemudian berkata, ‘Siapakah yang akan tinggal bersama Rasulullah agar tidak ada seorang pun yang mendekatinya?

Maka demi Allah, saat itu tidak ada seorang pun yang mendekat dari kami kecuali Abu Bakar dengan menghunus pedangnya di atas kepala Rasulullah, dimana tidak ada satu orang pun musuh yang mendekati Rasulullah kecuali Abu Bakar akan mendekatinya. Dengan demikian, dia adalah manusia paling berani.”

Ali berkata, “Saya telah melihat Rasulullah saat dia disiksa oleh orang-orang Quraisy. Ada di antara mereka yang mencegahnya dengan spontan, ada pula yang menggoyang-goyang badannya dari tempat di mana dia duduk.

“Mereka itu berkata, ‘Engkau yang menjadikan tuhan yang banyak itu menjadi hanya Satu Tuhan’

Demi Allah, tidak seorang pun dari kamu yang mendekati Rasulullah kecuali Abu Bakar, dia memukul satu orang di antara mereka, menggoyang yang lain sambil berkata, ‘Celaka kalian semua!! Apakah kalian akan membunuh orang yang mengatakan Tuhanku adalah Allah?’

Kemudian Ali mengangkat selendang yang dia pakai, dan dia menangis hingga air matanya melinangi jenggotnya.

Kemudian dia berkata, ‘Semoga Allah selalu menjadikan kalian sehat dan semangat, apakah seorang mukmin di zaman Fir’aun (yang mengatakan perkataan yang sama) lebih baik ataukah Abu Bakar?’

Orang-orang pada terdiam.

Ali berkata, ‘Tidakkah kalian menjawab apa yang saya tanyakan? Demi Allah, sesungguhnya satu jam dari waktu Abu Bakar jauh lebih baik dari seribu jam orang mukmin yang ada di masa Fir’aun. Orang itu menyembunyikan keimanannya, sedangkan Abu Bakar menyatakan dengan terang-terangan keimanannya.'” []

Sumber: Tarikh Khulafa: Sejarah Para Khalifah/ Penulis: Imam As-Suyuthi/ Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, 2000

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline