Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Alasan Ummu Hani Menolak Lamaran Rasulullah

Kisah cinta tampaknya akan selalu menarik untuk dibicarakan. Termasuk kisah cinta milik manusia paling mulia di bumi ini, beliaulah baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

BACA JUGA: Ummu Hani’, Sosok Penting dalam Sejarah Islam

Padahal, seperti kita ketahui banyak wanita yang justru menawarkan dirinya kepada Rasulullah untuk dinikahi. Tapi berbeda dengan wanita yang satu ini, justru ia menolak pinangan Rasulullah.

Wanita itu adalah Fakhitah binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib, biasa dipanggil dengan nama Ummu Hani r.a, Ia berasal dari kabilah Ouraisy dari keturunan Bani Hasyim. Ummu Hani r.a adalah saudara kandung Ali bin Abi Thalib r.a.

Sebelum Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menerima wahyu, beliau pernah meminang Ummu Hani melalui pamannya, Abu Thalib, yang juga ayah Ummu Hani. Sayangnya, sang ayah telah mengikat perjanjian dengan Habirah bin Abi Wahab yang telah meminang putrinya terlebih dahulu dan Ummu Hani pun menerima pinangan Habirah.

Ketika Islam makin berkembang, Ummu Hani menjadi pemeluk Islam. Namun, suaminya tetap bertahan dengan kekafirannya. Mereka pun berpisah dan Ummu Hani r.a hidup menjanda bersama anak-anaknya.
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam meminang kembali Ummu Hani untuk kedua kalinya.

Namun, dengan halus Ummu Hani berkata, “Ya Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai daripada pendengaran dan penglihatanku sendiri. Namun, hak suami sangatlah besar, hingga aku merasa takut apabila melayani suami, kemudian anak-anakku terlantar. Dan jika aku mengurusi anak-anak, aku khawatir hak-hak suamiku tidak bisa kupenuhi.”

Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik wanita yang menunggang unta adalah wanita Quraisy, yang sangat penyayang terhadap anak-anaknya yang masih kecil dan sangat hati-hati dalam menjaga hak-hak suami ketika ia menjadi seorang istri.” (HR Ibnul Atsir)

BACA JUGA: Rumah Ummu Hani’ Dikunjungi Malaikat Paling Mulia

Siapa yang sanggup menolak pinangan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, sosok mulia dan bertanggung jawab idaman para wanita shalihah. Namun, Ummu Hani menekan perasaannya semata-mata karena tidak ingin lalai dalam mengurus suami dan anak-anaknya yang masih kecil.

Demikianlah, Ummu Hani memiliki kasih sayang yang luar biasa besar kepada anak-anaknya sehingga menolak untuk bersuami kembali. []

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More