Foto:Colourbox

Alasan Umar Memberhentikan Hakim yang Adil

Umar bin Khattab ternyata mempunyai daya yang luar biasa, seakan-akan beliau melihat suatu hal dengan mata kepalanya sendiri. Beliau juga dapat melihat sesuatu yang terjadi pada masa yang akan datang.

Muharib bin Datsar meriwayatkan bahwa Umar bertanya kepada sesorang, “Siapakah kamu?”

BACA JUGA: Al-Hujuraat Ayat 13 dalam Pemerintahan Umar bin Khattab (Bagian 1)

Orang tersebut menjawab, “Aku adalah seorang hakim Damaskus.”

Umar bertanya lagi, “Bagaimana caramu dalam mengambil keputusan?”

Hakim itu menjawab, “Berdasarkan Kitab Allah (Al-Qur’an).”

Umar, “Bagaimana kalau tidak ada dalam Kitab Allah?”

Hakim, “Berdasarkan Sunnah Rasulullah.”

Umar, “Jika tidak ada dalam Sunnah Rasulullah?”

Hakim, “Aku berijtihad dan bermusyawarah dengan para ulama.”

Umar membenarkan perkataan hakim tersebut dan kemudian beliau mengajarkan do’a sebagai berikut, “Ya Allah, berilah petunjukmu kepadaku sehingga aku dapat memberikan fatwa berdasarkan ilmu, mengambil keputusan dengan bijaksana dan berilah petunjuk kepadaku baik ketika aku marah maupun tidak.”

Setelah itu hakim itu pulang, akan tetapi tak lama kemudian ia kembali lagi. Maka, Umar pun bertanya kepadanya, “Mengapa kamu kembali lagi?”

Sang hakim menjawab, “Aku bermimpi melihat matahari dan bulan saling bertempur. Masing-masing membawa pasukan bintang.”

“Kepada siapa kamu berpihak?” Tanya Umar.

“Bulan,” ia menjawab.

BACA JUGA: Dua Peti Berlian di Masa Umar bin Khattab

Umar berfikir sejenak dan kemudian menyebutkan firman Allah, “Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,” (Qs Al-Isra (17) : 2)

Kemudian Umar berkata, “Kamu aku turunkan dari jabatan sebagai hakim.”

Sumber: Kejeniusan Umar/ Penulis: Abbas Mahmud AL Akkad/ Penerbit: Pustaka Azzam, 2002

About Dini Koswarini

Check Also

Yang Pertama Kali Melakukan Banyak Hal

Dia menjadi perintis, pembuka jalan, dan pendorong kaum muslimin dalam menyatakan keislaman secara terang-terangan. Siapakah gerangan?

you're currently offline