Picture: e8pingtai.net

Aku Tidak Ingin Rasulullah Tertusuk Duri di Tempatnya

Setelah syahidnya ‘Ashim bin Tsabit, Martsad bin Abi Martsad , dan Khalid bin al-Bakir, orang dari kaum Hudzail berhasil menawan Zaid bin Datsinah, Khubaib bin Adi, dan Abdullah bin Thariq. Ketika sampai di daerah Zhahran, Abdullah bin Thariq berhasil melepaskan diri, kemudian mengambil pedangnya dan meloloskan diri. Namun sayangnya, orang-orang Hudzail melihatnya dan segera melemparinya dengan batu hingga ia terbunuh. Adapun Khubaib bin Adi dan Zaid bin Datsinah berhasil dibawa mereka sampai ke Makkah.

Shafwan bin Umayyah membeli Zaid bin Datsinah untuk kemudian ia bunuh sebagai bentuk balas dendam atas kematian ayahnya Umayyah bin Khalaf pada perang Badar. Mereka membawa Zaid ke daerah Ta’nim untuk dibunuh. Pada saat itu, orang-orang Quraisy berkumpul di sana, termasuk pula Abu Sufyan bin Harb.

Ketika Zaid akan dipenggal, Abu Sufyan maju dan berkata kepadanya, “Wahai Zaid, apakah engkau ingin Muhammad berada di posisimu sekarang untuk dipenggal lehernya sedangkan engkau bersama dengan keluargamu?”

Zaid berkata, “Demi Allah, aku tidak ingin Rasulullah sekarang berada di tempatnya dalam kondisi ia terkena duri sedangkan aku bersantai-santai di rumah bersama keluargaku.”

Abu Sufyan berkata, “Aku belum pernah melihat ada seseorang yang mencintai orang lain seperti cintanya para sahabat Muhammad terhadap Muhammad.”

Kemudian mereka pun membunuhnya. []

 

Sumber: Walid al-A’zhami, Nabi Muhammad di Hati Sahabat., hal 128, 129.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Enam Pelajaran dari Dokter Hati

Karena saya termasuk makhluk bergerak, maka saya tidak peru menyibukkan hatiku dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Dzat yang Maha Kuat dan Kokoh.

you're currently offline