Picture: Freepik

Aku Telah Munafik

“Hanzhalah telah munafik!” ucap Hanzhalah.

“Subhanallah,” Kata Abu Bakar, “Apa yang kau katakan, wahai Hanzhalah!”

Nama lengkapnya Abu Rib’i Hanzhalah bin Rabi RA. Ia adalah salah satu dari beberapa juru tulis Nabi SAW

Hanzhalah berkata lagi, “Kalau aku sedang di hadapan Rasulullah SAW, dan beliau menceritakan tentang surga dan neraka maka seakan-akan aku melihat dengan mata kepalaku. Tetapi jika aku keluar dari hadapan beliau dan bergaul dengan istri dan anak-anak serta menghadapi berbagai urusan lainnya, aku jadi lupa.”

“Demi Allah, aku juga seperti itu,” Kata Abu Bakar.

Mereka berdua sepakat pergi kepada Nabi SAW untuk menanyakan masalah tersebut.

Setibanya di hadapan Rasulullah, Hanzhalah berkata, “Wahai Rasulullah, aku, Hanzhalah telah munafik!”

“Kenapa demikian?” Tanya Nabi SAW.

Hanzhalah menjelaskan apa yang dirasakan dan dialaminya, dan juga dikuatkan dengan Abu Bakar. Dengan tersenyum Nabi SAW bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamanNya, seandainya kamu sekalian bisa tetap keadaannya seperti ketika di hadapanku, dan selalu mengingat-ingatnya, pastilah para malaikat akan menjabat tanganmu di tempat-tempat tidur kalian dan juga di jalan-jalan. Wahai Hanzhalah, sesaat dan sesaat, sesaat dan sesaat, sesaat dan sesaat!” []

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline