Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Aku Sungguh Khawatir Amalanku Terhapus

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagain kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadarinya.. (QS. Al-Hujurat Ayat 2).

Firman Allah yang membuat Tsabit ibn Qais ibn Syammas al-Anshari menangis. Ia adalah juru bicara Rasulullah, suaranya keras dan juga lantang.

Tsabit duduk terdiam dan menangis di rumahnya, sampai-sampai Rasulullah mencari dan bertanya mengenai keberadaannya kepada para sahabat. Mereka akhirnya memberi tahu apa yang terjadi pada Tsabit.

Read More

Shalat Adalah Kekuatan untuk Hamba Allah

Rasulullah pun memanggilnya untuk menanyakan kondisinya.

“Wahai Rasulullah, Allah telah melarang kami untuk meninggikan suara di atas suaramu. Wahai Rasulullah, aku memiliki suara keras. Aku sungguh khawatir amalanku terhapus namun aku tidak menyadarinya,” tutur Tsabit dengan jujur.

Rasulullah pun menghiburnya dan mendoakan kebaikan untuknya. []

 

Sumber: Walid al-A’zhami, Nabi Muhammad di Hati Sahabat., hal 247, 248.

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline