Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Aku Melihatnya di Surga

0

 

Perhatikanlah kemudaannya, gagah serta tampan dan berwibawa. Perhatikan warna kulitnya yang cerah bercahaya. Perhatikan lemah lembut dari sikapnya, sopan santun kasih sayang, kebaikan, rendah hati serta ketakwaanya. Keberanian yang tak kenal takut, kepemurahannya yang tak kenal batas. Kebersihan hidup dan kesucian jiwanya.

Tak perlu heran, karena perangainya mirip Nabi. Ialah Ja’far Bin Abi Thalib, yang digelari oleh Nabi SAW, “Bapak si Miskin” ataupun, “Si Bersayap Dua di Surga” dan memang benar setelah syahid ia tetap diberi gelar,“Si Burung Surga”.

Dialah salah seorang pelopor ternama Islam. Perintis terutama terkemuka. Ia memeluk Islam bersama istrinya Amma binti ‘Umais dengan mengambil kedudukan tinggi diantara mereka yang sama pertama kali beriman.

Ja’far hijrah ke Habsyi bersama istrinya, di sana ia dikaruniai oleh Allah tiga orang anak yaitu: Muhammad, Abdullah dan ‘Auf.

Selama di sana pula Ja’faar bin Abi Thalib menjadi juru bicara yang lancar dan sopan. Ia diberi nikmat oleh Allah berupa hati yang tenang, akal pikiran yang cerdas, jiwa yang mampu membaca situasi dan kondisi serta lidah yang fasih.

Ialah manusia yang pemurah dengan hartanya selagi masih hidup. Dan saat ajalnya datang sebagai orang yang syahid, ia mengorbankan nyawa dan hidupnya. Jika pun ada yang ingin tahu tentang dirinya setelah syahid maka Nabi SAW bersabda, ”Aku telah melihatnya di surga. Kedua bahunya yang penuh bekas-bekas cucuran darah dihiasi dengan tanda-tanda kehormatan.” []

Sumber: Karakteristik Perihidup Enam Puluh Sahabat Rasulullah/Pengarang: Khalid Muhammad Khalid/Penerbit: Diponegoro. Edisi/ Cet ke, : Cet 20. Tahun Terbit: 2006
Redaktur: Dini Koswarini

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline