Picture: Freepik

Aku Ingat Sifat Cemburumu

Diriwayatkan dari Asma’ binti Abu Bakar, ia berkata, “Zubair menikahiku. Di bumi ini, ia tak memiliki harta, budak, atau apa pun selain seekor kuda. Aku biasa memberi makan kudanya. Aku mencukupi keperluannya juga mengurusnya. Aku menumbuk biji-bijian dan menuangkan air, selanjutnya membuat adonan, namun aku tidak ahli dalam membuat roti. Tetangga-tetangga dari Anshar sering membuatkan roti untukku. Mereka adalah para wanita yang tulus.’ Asma’ meneruskan, ‘Aku biasa membawa biji-bijian di atas kepala dari tanah milik Zubair yang diberikan Rasulullah.

Suatu hari, Asma’ datang membawa biji-bijian di atas kepalanya. Ia bertemu Rasulullah dan sejumlah sahabat. Beliau lalu memanggilnya bermaksud menawarkan boncengan padanya di belakang. Asma’ ketika itu malu, dan juga teringat sifat cemburu Zubair. Ia sangat pencemburu. Rasulullah pun mengetahui bahwasanya Asma’ merasa malu, kemudian beliau berlalu.

Asma kemudian menemui Zubair dan berkata, “Rasulullah berpapasan denganku saat aku membawa biji-bijian di atas kepala. Beliau bersama sejumlah sahabat. Beliau menderumkan untanya agar aku bisa naik bersama beliau. Aku merasa malu dan aku ingat sifat cemburumu.”

Zubair kemudian berkata, “Sungguh, kau membawa biji-bijian itu lebih berat bagiku (aku sukai) daripada kau membonceng di belakang beliau.”

Setelah itu, ayah Asma’, yakni Abu Bakar, mengirimkan seorang budak untuk mengurus keperluannya sehingga Asma’ tak perlu lagi mengurus kuda milik Zubair.

 

Sumber: Ummul Qura, Shahabiyat Haula Ar-rasul, Biografi 35 Shahabiyah Nabi. Syaikh Mahmud Al-Mishri., hal 454.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Beginilah Akhirnya Bila Hanya Mencintai Rupa

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata, “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

you're currently offline