Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Akhlaknya Adalah Al-Qur’an

0

“Bahwa Allah memerintahku untuk menyambung orang yang memutusku, memaafkan orang yang mendzalimiku, dan memberi orang yang mengharamkan diriku.” (HR Razin)

Semua akhlaq mulia dalam Al-Qur’an telah menterjemahkan dalam sirah manusia mulia ini, karenanya Aisyah berkata, “Bahwa akhlaknya adalah Al-Qur’an.”

Nabi apabila berjanji, menepati janjinya, maka para musuhnya tidak sekali pun menemukannya menyalahi janji dan tidak pula berkhianat, walaupun begitu besar keinginan mereka untuk mencelakainya  dan menyimpangkannya. Tiada kebenaran atau kejujuran melainkan ada padanya. Dan tiada amanah melainkan darinya dan kembali kepadanya.

Pernah suatu hati ada seseorang berjanji bertemu dengannya di suatu tempat, maka Nabi menunggunya selama tiga hari untuk memenuhi janjinya. Beliau berjanji dengan orang-orang musyrik dan Yahudi, padahal mereka orang yang selalu memusuhinya, tapi beliau tidak pernah berkhianat atau menyalahi janjinya dan tidak pula merusak janji.

“Ciri orang munafik itu ada tiga : ketika berbicara dusta, ketika berjanji mengingkari dan ketika diamanahi ia khianat.” (HR Bukhari, Muslim)

Dan apabila kamu berjanji atau memberikannya,

Maka seluruh janjimu adalah menjadi jaminan dan kesetiaan. []

Sumber: Ka Annaka Tara/ Penulis: Dr. ‘Aidh Abdullah Al-Qarny/ Penerbit: Cakrawala Publishing, 2005

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline