Foto: Pinterest

Akhlak Karimah yang Menghiasi diri Rasulullah

Utbah bin Malik pernah mengundang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumahnya. Rasulullah pun memenuhi undangannya. Beliau mengikutsertakan Abu Bakar, Umar dan sahabat yang lain pada waktu dhuha.

“Di sebelah mana engkau ingin aku shalat di rumahmu ini?” tanya Rasulullah pada Utbah.

Utbah pun menunjukkan sebuah tempat, dicucinya sebuah tikar dengan sedikit air lalu digelarkannya. Maka Rasulullah pun shalat bersama mereka dua rakaat. Selepas shalat, Utbah meminta agar Rasulullah dan para sahabat duduk sebentar untuk menyantap hidangan yang sudah disiapkan.

Rasulullah dan para sahabat kemudian memenuhinya, beliau membuat nyaman orang yang bertamu. Akhlak karimah beliau menghiasi diri dan membuat orang di sekelilingnya senang dan tertarik, tak terkecuali anak-anak sekalipun.

Anas bin Malik mengungkapkan, “Rasulullah paling baik akhlaknya, beliau suka berbaur dengan kami. Kami mempunyai saudara yang masih berumur sekitar tiga tahun. Bila bertemu ke tempat kami, Rasulullah mengajak bercanda kepadanya.

Suatu hari, Rasulullah berkunjung ke rumah kami. Beliau mendapati saudara kamu itu dirundung kesedihan. Maka beliau bertanya kepada ibu kami, “Hai Ummu Sulaim, mengapa anakmu, Abu Umair bersedih?”

Ummu Sulaim lantas menjawab, “Si Nughair, burungnya yang biasa menjadi temannya bermain mati, wahai Rasulullah.”

Mendengar jawaban Ummu Sulaim, Rasulullah lantas mendekati Abu Umair  dan mengusap kepalanya.

“Hai Abu Umair apa yang diperbuat si Nughair?” tanya Rasulullah sambil bercanda.

“Burungnya mati.” jawab Abu Umair sedih.

Rasulullah tersenyum, lalu mendekati Abu Umair dan menenangkannya.

Abu Umair pun terhibur dengan kedatangan Rasulullah. []

 

Sumber: Abdul-Wahhab bin Nasir Ath-Thariri. 1435 H. Al-Yaum An-Nabawi, Agenda Harian Rasulullah . Jakarta: as@-prima pustaka.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline