Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Akhir Hayat Abdullah bin Umar

0

Suatu kali, Al-Hajjaj bin Yusuf, gubernur Hijaz yang terkenal sebagai penguasa yang kejam dan fasik berpidato di atas mimbar. Abdullah bin Umar yang saat itu telah tua dan kehilangan penglihatannya, ia berkata,

“Kamu adalah musuh Allah. Kamu sudah menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Kamu merobohkan banyak rumah Allah dan banyak membunuh wali-Nya.”

BACA JUGA:  Abdullah bin Umar, Bermimpi Dibawa Malaikat

Al-Hajjaj seketika menghentikan pidatonya. Dengan marah, ia bertanya siapa yang berani menyela pidatonya.

Setelah diberitahu bahaw orang itu adalah Ibnu Umar, maka Al-Hajjaj menyuruhnya untuk diam dan kembali meneruskan podatonya.

Ternyata tak berhenti sampai di sana. Al-Hajjaj merasa tak senang dengan sikap dan ucapan Abdullah bin Umar. Bukannya mengintrospeksi, ia justru menyuruh pembantunya untuk menyusup ke rumah Ibnu umar dan meracuninya.

Pembantunya itu berhasil, sehingga Abdullah bin Umar pun jatuh sakit dan wafat.

Abdullah bin Umar wafat pada tahun 73 H dalam usia 84 tahun. Ia salah satu sahabat terakhir yang meninggal di Mekkah. Sahabat setia yang sangat cinta kepada Rasulullah.

BACA JUGA:  Andai Ibnu Umar Sudah Besar

Sahabat yang disejajarkan kewibawaannya dengan sang ayah, Umar bin Khattab. Namun, bedanya adalah Umar hidup saat banyak orang yang menyamainya, sedangkan Ibnu Umar hidup di masa tak ada seorang pun yang sebanding dengannya. []

Sumber: Hierah Syamsuddin/ 2013/ Para Abdullah di Sekitar Rasulullah/ Bandung: Khazanah Intelektual

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More