Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Aisyah Sedang Haid, Lantas Bagaimana Rasulullah Bermesra dengan Aisyah?

0

Ketika seorang istri Rasulullah sedang haid, maka bukan berarti sang istri harus dilewati ketika gilirannya tiba. Tetapi sejatinya istri-istri Rasulullah semua haknya sama tak membedakan baik ketika suci ataupun tidak.

Aisyah berkata, “Ketika aku mendapat giliran malam bersama Nabi aku menggiling sesuatu yang terbuat dari tepung dan kubuat menjadi roti. Kemudian beliau masuk dan menutup pintu. Lalu masuk ke dalam masjid (tempat shalat di rumahku). Dan ketika beliau hendak tidur, beliau menutup pintu dan mengikat tali untuk menutup mulut geriba (tempat air yang terbuat dari kulit), kemudian membalikkan mangkok dan mematikan lampu. Maka aku menunggu beliau keluar (dari masjidnya) untuk memberinya roti, namun beliau belum keluar juga. Sehingga aku pun tertidur dan hawa dingin mengusiknya. Lalu beliau mendatangiku dan membangunkanku seraya berkata “Mendekatlah kepadaku, hangatkanlah diriku, hangatkanlah diriku!”

Related Posts

Rasulullah Sebagai Suami

Lalu kukatakan pada beliau, “Saya sedang haid.”

Beliau berkata, ” Walaupun engkau sedang haid, singkaplah kedua pahamu.” Lalu kubukakan kedua pahaku dan beliau meletakkan pipi dan kepalanya (juga dadanya) di atas kedua pahaku (aku mendekap beliau) hingga beliau merasa hangat dan tidur ‘(HR. Bukhari)

Sumber: Kesetiaan Nabi Bersama Istri/ Penulis: Adib Al-Kamdani/ Penerbit: Pustaka Arafah/ Maret, 2007

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline