Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Aisyah: Saya Tidak Akan Pernah Menjelek-Jelekkannya Lagi

153

Bukti lain tentang kecerdikan Ummul Mukminin Khadijah ra, yaitu pada saat setelah turunnya wahyu, diangkatnya Nabi Mumammad Shalllahu ‘alaihi wasallam menjadi rasul. Khadijah hendak memastikan apakah orang yang mendatangi suaminya, benar-benar malaikat yang turun dari langit dan bukan setan.

Khadijah berkata kepada Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wasallam, “Wahai sepupuku, bolehkah engkau memberitahukan kepada saya, jika temanmu datang mengunjungimu?”

BACA JUGA: Mengapa Khadijah yang Didatangi oleh Nabi Pertama Kali setelah Menerima Wahyu?

Ketika Jibril datang kepada Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wasallam di rumah Khadijah, beliau bisa melihatnya dengan jelas, akan tetapi orang lain yang ada di sana tidak mampu melihatnya, beliau bersabda, “Wahai Khadijah, ini ada Jibril.”

Khadijah berkata kepada Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wasallam, “Duduklah di kedua pahaku.”

Beliau melakukan permintaan Khadijah. Kemudian Khadijah bertanya kepada beliau, “Apakah engkau bisa melihatnya?”

Beliau bersabda, “Ya.”

Khadijah berkata, “Pindahlah ke paha sebelah kiri.”

Nabi menuruti permintaannya. Dia berkata kepada Rasul, “Apakah engkau bisa melihatnya?”

Nabi bersabda, “Ya.”

Khadijah melempar jilbabnya, lalu mengikatnya di dadanya.

Khadijah bertanya kepada Nabi, “Apakah engkau bisa melihatnya?”

Nabi bersabda, “Tidak.”

Khadijah berkata kepada Nabi. “Demi Allah, dia benar-benar malaikat, bukan setan.”

Bukti di atas merupakan bukti paling kuat yang menunjukkan kecerdikan dan kekuatan iman Khadijah. Khadijah merupakan istri yang paling dicintai oleh Rasullah Shalllahu ‘alaihi wasallam di antara istri-istri Nabi yang lain, meskipun dia sudah wafat.

Rasulullah Shalllahu ‘alaihi wasallam tidak keluar dari rumahnya, setelah Khadijah wafat, kecuali beliau menyebutkan kebaikan Khadijah, hingga Ummul Mukminin Aisyah ra, cemburu terhadap Khadijah.

Bahkan, pada suatu saat kecemburuan ‘Aisyah memuncak, ia berkata kepada Nabi Shalllahu ‘alaihi wasallam, “Dia (Khadijah) tidak lain kecuali seorang perempuan yang tua renta. Allah telah memberikan engkau ganti dengan wanita yang lebih baik.”

BACA JUGA: Siapa yang Membantu Dakwah Rasulullah Setelah Khadijah Wafat?

Mendengar ucapan ‘Aisyah, kontan beliau marah, seraya berkata kepada ‘Aisyah, “Demi Allah, Allah tidak memberikan ganti kepadaku, istri yang lebih baik daripada Khadijah, dia beriman kepadaku di saat orang lain kafir, dia mempercayaiku disaat orang lain menganggapku dusta, dia mendermakan semua hartanya kepadaku di saat orang-orang kikir. Allah mengaruniakanku anak dari rahimnya, sementara aku tidak mendapatkan anak dari istri-istriku yang lain.”

‘Aisyah terdiam, seraya berbicara kepada dirinya sendiri, “Saya tidak akan pernah menjelek-jelekkannya lagi.” []

Sumber: 99 Kisah Teladan Sahabat Perempuan Rasulullah/Karya: Manshur Abdul Hakim/Penerbit: Republika/2006

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More