Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Air Zamzam Mengalir di Kaki Isma’il

Ibrahim, bapak untuk semua kaum manusia.

Ibrahim adalah orang yang percaya pada Tuhan Yang Esa. Ia mencari hubungan pribadi dengan Penciptanya. Dia meninggalkan kota asalnya di Ur, Mesopotamia (Babilonia) setelah menyuarakan perlawanan terhadap praktik penyembahan berhala. Kemudian, ia menetap di Mesir bersama keluarganya.

BACA JUGA: Biografi Nabi Ibrahim: Kapan dan Dimana Al-Khalil Dilahirkan?

Setelah perjalanan awal ke Mesir, atas perintah Allah dia bersama salah satu istrinya, Hajar dan putra mereka, Isma’il mendatangi sebuah lembah terpencil. Di sana, Ibrahim meninggalkan anak dan istrinya.

Hajar merasa prihatin karena tak bisa memberi makan bayinya. Ia mulai mencari-cari makanan dan air di sekitar tempat tersebut.

Salah satu ayat Al-Qur’an menjelaskan tentang hal ini, sebagai tanggapan terhadap doa-doa Hajar, sebuah mata air—bernama Zamzam—secara ajaib mengalir ke kaki Isma’il.

Read More

Hajar mendaki bukit di dekatnya mencari makanan dan mencari seseorang. Akhirnya, beberapa pedagang yang lewat berhenti di lembahitu, dan meminta izin Hajar untuk menyiram unta mereka.

Setelah itu, para pedagang memutuskan untuk menetap di lembah kecil itu, dan akhirnya terbentuklah sebuah pemukiman yang kemudian menjadi kota Mekkah.

Beberapa waktu berlalu, Ibrahim kembali, dan ketika Isma’il berusia sekitar tiga belas tahun, ia dan Isma’il membangun Ka’bah.

BACA JUGA: Masa Kecil Nabi Ibrahim

Bukan hanya itu, Mekkah pun menjadi pos perdagangan yang penting dua ribu lima ratus tahun kemudian—di masa Nabi Muhammad. []

Sumber: Islamistory/The Hajj Story

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline