Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Air Mata Sang Humairah

0 105

Waktu itu, duka lara dan luka masih menganga dalam hati Sang Humairah.

BACA JUGA: Apakah Engkau Sedang Cemburu,Ya Humairah?

Setelah Rasulullah wafat, seorang pengemis wanita bersama dua orang anaknya menghampiri Aisyah
dan meminta makanan.

Saat itu, Aisyah tinggal memiliki tiga potong roti. Ia lalu memberikan ketiga potong roti itu
kepada si pengemis.

Kedua anaknya masing-masing melahap satu roti dan si ibu melahap satu. Kedua anak pengemis itu melahap roti dengan cepat dan dengan pandangan penuh harap dan air muka yang memelas, mereka menatap ibunya.

Si ibu mengurungkan niatnya memakan roti itu dan membaginya menjadi dua lalu menyerahkan roti itu
kepada kedua anaknya. Pemandangan yang mengharukan ini menyentuh perasaan ‘Aisyah, hingga beliau meneteskan air mata.

Di lain waktu, luka itu masih belum terobati. Sepeninggal Rasulullah, suatu kali Aisyah tengah
duduk menyantap makanannya. Tiba-tiba air matanya menetes membasahi kedua pipinya. Lalu ia berkata, “Aku tidak pernah mampu menahan air mata ketika aku memakan satu porsi penuh makanan.”

“Mengapa?” tanya pembantunya.

BACA JUGA: Aisyah: Saya Tidak Akan Pernah Menjelek-Jelekkannya Lagi

“Pada waktu itu aku teringat bagaimana keadaan Rasulullah. Demi Allah, beliau jarang bisa makan satu porsi penuh,” jawab Aisyah. []

Sumber: Hazrat Ayesha Siddiqa/ karya A. Majid Rushdi

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline