Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Air dalam Ember yang Turun dari Langit

0 38

“Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibuku.” (Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa sallam)

Ummu Aiman atau dengan nama aslinya Barakah binti Tsalabah adalah salah seorang budak Abdullah ibn Abdul Muththalib, ayahanda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika siti Aminah melahirkan Rasulullah, sepeninggal ayahandanya, Ummu Aiman mengambil dan merawat beliau hingga dewasa. Ummu Aiman mendidik Rasululla dengan baik dan tulus. Karena itu, Rasulullah selalu memanggilnya dengan panggilan: “Wahai ibuku.”

Sesudah menikah dengan sayyidah Khadijah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. memerdekakan Ummu Aiman. Hal ini sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas ketulusan dan kebaikannya dalam mendidik beliau.

Ummu Aiman termasuk golongan pertama orang yang masuk Islam. Ia bernasib seperti sahabat yang lainnya yang memeluk Islam yaitu mendapatkan siksa serta hinaan dari kaum kafir Quraisy.

BACA JUGA: Urwah bin az-Zubair: Aku Masih Memiliki Tiga Anggota Tubuh

Ketika kaum musyrikin semakin keras dalam menyiksa dirinya beserta orang-orang yang masuk Islam bersamanya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. mengizinkan mereka untuk hijrah ke negeri Habasyah. Dengan demikian, Ummu Aiman merupakan salah seorang wanita yang hijrah untuk menyelamatkan agamanya dari kezaliman dan penyiksaan kaum musyrikin.

Ketika kembali ke Makkah al-Mukarramah, Ummu Aiman tidak lagi menghiraukan dirinya dan bersabar dalam menghadapi cacian, ancaman, dan penyiksaan. Pada akhirnya, datanglah pertolongan dari Allah Subhanaahu wa ta’ala. Ummu Aiman hijrah ke Madinah al-Munawwarah bersama orang-orang yang hijrah bersama Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada saat hijrah ke Madinah al-Munawwarah itu, Ummu Aiman berpuasa, bangun malam, dan hijrah dengan berjalan kaki. Ia tidak memiliki sedikit pun bekal atau pun minuman hingga acap kali tersiksa oleh kehausan karena panas yang begitu menyengat di tengah sahara.

Related Posts

Ketika matahari tenggelam dan waktu berbuka tiba, Allah Subhanaahu wa ta’ala. menurunkan karamah yang besar kepadanya dan tidak bisa terlihat oleh seorang pun yang berjalan bersamanya. Ketika itu Allah menurunkan sebuah ember dari langit berisi air yang diselimuti oleh cahaya putih. Ummu Aiman segera mengambil ember itu dan meminum isinya hingga kenyang. Ummu Aiman berkata, “Sesudah itu, aku tidak pernah lagi merasa haus. Aku biasa berpuasa di bawah terik matahari dan tidak merasa haus.”

Ummu Aiman juga menceritakan, “Aku berjalan berkeliling di bawah terik matahari agar merasa haus, tetapi aku tidak pernah merasa haus.”

BACA JUGA: Ini yang Dilakukan Usamah bin Zaid Saat Mengetahui Kabar Duka Mengenai Rasulullah

Ummu Aiman memiliki kedudukan istimewa di sisi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. karena ialah satu-satunya keluarga beliau yang masih hidup. Hal ini ditegaskan dengan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. setiap kali melihat Ummu Aiman. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, “Ini adalah Ahli Baitku yang masih ada.” Selain itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. juga telah memberinya kabar gembira dengan kedudukan agung di surga. Beliau bersabda, “Siapa yang ingin menikahi seorang wanita penduduk surga maka hendaklah is menikahi Ummu Aiman.”

Ketika sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam tersebut terdengar oleh Zaid ibn Haritsah r.a., ia segera meminang Ummu Aiman kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. dan beliau pun segera menikahinya. Dari perkawinan ini, Ummu Aiman melahirkan Usamah ibn Zaid. []

BACA JUGA: Bagaimana Mungkin Kedua Kaki Ini Pantas Diajak Berkeliling di Surga?

Sumber: 77 Cahaya Cinta di Madinah/ Penulis: Ummu Rumaisha/ Penerbit: Al-Qudwah Publishing, 2015

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline