Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Adapun Bila Telah Datang Perintah Rasulullah

0 28

Ibnu Jarir meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Ibnu Zaid berkata, “Suatu ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memanggil Abdullah bin Abdullah bin Ubay, dan bertanya, ‘Adakah engkau mendengar perkataan ayahmu?’

Abdullah balas bertanya, ‘Apa yang ia katakan? (Katakanlah kepadaku wahai Rasulullah), aku akan menebusmu dengan ayah dan ibuku !’

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ia bilang, jika kita kembali ke Madinah, maka akan keluar darinya orang yang paling mulia menjadi orang paling rendah.’

Abdullah mengolok perkataan ayahnya, ‘la benar. Demi Allah, wahai Rasulullah, engkau yang paling mulia dan ia yang paling hina. Demi Allah, ketika engkau datang ke Madinah, wahai Rasulullah, seluruh penduduk Yatsrib mengetahui bahwa aku adalah orang paling berbakti kepada orang tuaku. Tetapi selcarang, jika Allah dan Rasul-Nya meridhai aku mempersembahkan kepalanya kepada engkau, niscaya hal itu akan kulakukan!’

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Jangan!’

Tatkala mereka (Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya) hendak memasuki Madinah, Abdullah bin Abdullah bin Ubay berdiri di pintu gerbang Madinah menghadang ayahnya sambil menghunus pedang, dan berkata, ‘Engkaukah yang mengatakan, jika kita kembali ke Madinah, akan keluar darinya orang paling mulia menjadi orang yang paling rendah?

“Demi Allah, sekarang engkau akan mengetahui, apakah kemuliaan itu untukmu ataukah untuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Demi Allah, rumahmu tidak akan memberikan keteduhannya untukmu, dan engkau tidak akan tinggal di dalamnya untuk selamanya, kecuali dengan seizin Allah dan Rasul-Nya.’

Abdullah bin Ubay berteriak, ‘Wahai orang Khazraj, lihat ini, anakku melarang aku memasuki rumahku!’

‘Demi Allah, ia tidak akan menempati rumah ini untuk selamanya kecuali dengan seizin Rasulullah!’ ucap Abdullah menegaskan perkataannya.

Beberapa orang berkerumun dan berbicara dengannya, tetapi Abdullah masih tetap mengatakan, ‘Demi Allah, ia tidak akan rnasuk ke rumah ini kecuali seizin Allah dan Rasul-Nya!’

Orang-orang itu pun lalu pergi menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahukan beliau tentang hal tersebut. Setelah mendengar itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Pergilah kamu kepadanya (Abdullah bin Abdullah), dan sampaikan pesanku, biarkan ia (Abdullah bin Ubay) masuk dan tinggal (di rumah itu)!’

Mereka menyampaikan pesan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tersebut kepada Abdullah bin Abdullah.

Baru setelah itu ia mengatakan, ‘Adapun bila telah datang perintah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, maka baiklah!'” []

Sumber: Ar-Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam/Penulis: Said Hawwa/Penerbit: Gema Press,2003

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline