Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Adakah Tanaman Tanpa Benih?

Hari terus berganti, bersama Yusuf an-Najar, seorang tukang kayu, Maryam berangkat menuju tempat berdo’a terbesar kala itu. Sesampainya disana, keduanya mengabdikan diri di tempat tersebut untuk menjaga kesucian lokasi itu.

Orang pertama yang tidak mempercayai kehamilan Maryam yang tak lain sepupunya sendiri. Namun, ketika Yusuf melihatnya sendiri, dia pun memuliakan Maryam dengan tudingan yang tidak baik, Yusuf selalu teringat pada periaku dan ibadah Maryam. Dia pun tahu, Maryam tidak pernah lepas dari pandangan dan pengawasannya.

Kian hari, Yusuf semakin ingin tahu kondisi Maryam. Akhirnya, dia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Maryam. Kala itu, Yusuf mengawali keingin tahuannya dengan bertanya, “Dalam hatiku, ada sesuatu yang ingin kuranyakan tentangmu. Aku sudah berusaha untuk menyembunyikannya, tetapi dadaku akan terasa lega jika kuungkapkan hal tersebut kepadamu.”

“Ucapkanlah perkataan yang baik,” ucap Maryam.

Kemudian, Yusuf bertanya, “Beri tahu aku Maryam, apakah tanaman bisa tumbuh tanpa benih?”

“Bisa,” ujar Maryam.

“Apakah pohon bisa tumbuh tanpa air?” tanya Yusuf lagi.

“Bisa,” sahutnya menimpali.

“Apakah ada anak yang lahir tanpa ayah?” tanyanya.

“Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah telah menciptakan tanaman tanpa benih? Dan, benih itu didapat dari tanaman yang tumbuh tanpa benih itu. Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah menumbuhkan pohon tanpa air hujan? Dan jika tidak ada air hujan, Allah tidak mampu menciptakan dan menumbuhkan pohon?”

“Aku tidak berkata demikian. Aku hanya berujar bahwa Allah Mahakuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang dia kehendaki dengan berkata, ‘Jadilah! Maka jadilah,” uajr Yusuf.

Lalu, Maryam bertanya, “Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah menciptakan Nabi Adam dan istrinya tanpa orang tua?”

“Ya, aku tahu,” ujar Yusuf.

Dan akhirnya, penjelasan Maryam menyadarkan Yusuf bahwa sesuatu yang terjadi pada diri Maryam adalah kehendak Maryam. []

Sumber: Wanita-wanita Hebat, Kisah Memikat di Balik Geliat Dakwah Para Nabi/ Penulis: Ibrahim Mahmud Abdul Radi/ Penerbit: Almahira, 2009

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More