Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Adakah Abdullah bin Mas’ud di Antara Kalian

0 2

Abdullah bin Mas’ud memperoleh pengetahuan sedemikian baik tentang Al-Qur’an sampai ia mengatakan, “Demi Dia yang tiada tuhan selain-Nya, tidak ada satu ayat pun dari Kitabullah yang turun tanpa sepengetahuanku, di mana turunnya, dan dalam situasi apa. Demi Allah, jika ada seseorang yang lebih tahu tentang Kitabullah, akan kulakukan apapun untuk belajar darinya.”

Abdullah tidaklah berlebihan atas apa yang diucapkannya itu. Suatu kali, Khalifah Umar berpapasan dengan rombongan kafilah di perjalanan. Kala itu hari sudah gelap dan wajah orang-orang di dalam kafilah itu tak lagi terlihat jelas. Umar tak menyadari bahwa Abdullah bin Mas’ud berada di antara rombongan itu.

“Dari mana kalian?” tanya Umar.

Baca juga: Tulang dan Kotoran Hewan Menjadi Perbekalan Para Jin

“Dari ‘fajj amiq’ (lembah yang jauh),” ujar seseorang di dalam kafilah, menyebut sebuah istilah yang sangat khas dipakai di dalam Al-Qur’an (Q.S. Al-Hajj [22]: 27)

“Lalu mau kemana?” tanya Umar lagi.

“Kami mau ke ‘baytul ‘atiq’ (rumah tua),” jawabnya.

Lagi-lagi, orang tersebut memakai salah satu sebutan khas Al-Qur’an dalam merujuk Baitullah, Mekkah (lihat misalkan di Q.S. Al-Hajj [22]: 29).

“Rupanya ada seorang alim di antara mereka,” bisik Umar dan ia memerintahkan seseorang untuk menanyakan lebih jauh.

“Ayat mana yang paling hebat di dalam Al-Qur’an?”

“Allah. Tidak ada tuhan selain-Nya, yang hidup kekal, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur,” jawab orang itu seraya mengutip Ayat Kursi (Q.S. Al-Baqarah [2]: 255).

“Ayat mana yang paling jelas dalam perkara keadilan?”

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat,” jawabnya (lihat Q.S. An-Nahl [16]: 90).

“Lalu mana yang paling meliputi seluruhnya?”

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula.” (Q.S. Al-Zalzalah [99]: 7-8).

“Yang paling memberi harapan?”

“Katakanlah. Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Az-Zumar [39]: 53).

Maka Umar pun bertanya:

“Adakah Abdullah bin Mas’ud di antara kalian?”

“Ada, demi Allah,” jawab orang-orang di dalam kafilah.

Abdullah bin Mas’ud tak hanya seorang pembaca Al-Qur’an yang piawai, seorang alim dan hamba yang bersungguh-sungguh. Dia juga petarung yang berani dan kuat, dan sangat berbahaya jika situasi menghendakinya demikian. []

Baca juga: Mengenal Sahabat, Abu Dzar Al-Ghifari

Sumber:Companions of Prophet/Penulis: Abdul Wahid Hamid

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline