Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Abu Thalib Tak Pernah Bosan

0

Orang-orang musyrik tidak pernah senang ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendakwahkan Islam. Mereka senantiasa melakukan berbagai cara agar Rasulullah mau berhenti untuk mendakwahkan Islam. Mereka hendak memadamkan cahaya Islam dengan ucapan maupun perbuatan mereka.

Bukan hanya Rasulullah yang menjadi sasaran kekerasan dan kekejaman dari orang-orang musyrik tetapi juga para sahabat yang telah mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasulullah tak luput dari ancaman dan kekerasan bahkan di antara mereka ada yang sampai di bunuh.

Abu Thalib paman Rasulullah, senantiasa mendapatkan ancaman agar mau menyerahkan Rasulullah kepada mereka untuk dibunuh. Namun Abu Thalib tak pernah bosan mengamati gerak-gerik dan tindak tanduk mereka. Abu Thalib mencium keinginan yang kuat mereka untuk benar-benar membunuh keponakannya itu, shallallahu ‘alaihi wasallam.

Related Posts

Shalat Adalah Kekuatan untuk Hamba Allah

Demi melindungi Rasulullah, Abu Thalib mengumpulkan seluruh keluarga Bani Hasyim dan Bani al-Muthalib dan menghimbau mereka agar menjaga Rasulullah. Mereka semua memenuhi imbauan tersebut, baik yang sudah masuk Islam ataupun yang masih dalam kemusyrikan. Mereka berikrar dan mengikat janji di Ka’bah. Hanya saja saudaranya, Abu Lahab lebih memilih untuk menentang mereka dan berpihak kepada kaum Quraisy. Ia bahkan menjadi orang yang paling membenci Islam dan juga Rasulullah.

Namun, tepat pada bulan Rajab tahun 10 kenabian, ia menemui ajalnya. Penjagaan dan perlindungan yang diberikan Abu Thalib kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tidak perlu diragukan, ia adalah benteng dari serangan para pembesar dan begundal Quraisy. Akan tetapi, ia tetap memilih agama nenek moyangnya daripada agama yang dibawa oleh Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. []

 

Sumber: Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. 1421 H. Ar-Rahiq al-Makhtum, Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم , Dari Kelahiran Hingga Detik-Detik Terakhir. Jakarta: Darul Haq.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline