Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Abu Nawas dan Bayi Rebutan Dua Ibu (Habis)

Setelah kesulitan di sidang pertama, keesokan harinya, sidang pengadilan kembali diteruskan. Abu Nawas memanggil algojo dengan pedang di tangan. Abu Nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.

BACA JUGA:  Abu Nawas dan Bayi Rebutan Dua Ibu (Bagian 1)

“Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?” kata kedua ibu itu kepada Abu Nawas, sambil saling memandang.

Kemudian Abu Nawas melanjutkan dialog. “Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?”

“Tidak, bayi itu adalah anakku.” kata kedua ibu itu serentak.

“Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata.”  ancam Abu Nawas.

Ibu yang pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris.

BACA JUGA:  Mengapa Ibu Berada di Tepi Neraka?

“Jangan, tolong jangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu.” Kata ibu yang kedua.

Abu Nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. Abu Nawas segera mengambil bayi itu dan langsung menyerahkan kepada ibu yang kedua.

Abu Nawas minta agar ibu yang pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya dibunuh. Atas keputusan tersebut, Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan Abu Nawas.

BACA JUGA: Mengenal Khalifah Harun

Sebagai rasa terimakasih, Raja pun menawari Abu Nawas untuk menjadi penasihat hakim kerajaan. Namun Abu Nawas menolak, dengan senang ia lebih memilih menjadi rakyat biasa. []

Sumber: Kisah 1001 Malam: Abu Nawas Sang Penggeli Hati/Karya MB. Rahimsyah/Penerbit Lintas Media Jombang

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More