Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Abu Musa kepada Rasulullah: Mintakan Ampunan untukku

Diriwayatkan dari Abu Musa, ia berkata, “Setelah kembali dari Hunain, beliau mengutus Abu ‘Amir untuk memimpin satu pasukan ke Authas. Maka ia bertemu dengan Duraid bin Ash-Shammah. Lalu Duraid terbunuh, dan Allah mengalahkan para pengikutnya.”

Abu Musa berkata, “Rasulullah mengutusku bersama Abu Amir. Lalu Abu ‘Amir terpanah pada lututnya. Ia dipanah oleh Jusyami dengan satu anak panah, lalu anak panah itu tepat mengenai lututnya.

Aku pun langsung menghampirinya, lantas aku berkata, ‘Wahai paman, siapa yang memanahmu?’

Maka ia menunjukkannya kepada Abu Musa lalu berkata, ‘Itulah dia yang memanahku! Aku langsung menuju orang tersebut dan mengejarnya. Ketika ia melihatku, ia langsung berpaling.

Aku terus mengejarnya dan mulai berkata kepadanya, `Tidakkah engkau malu? Tidakkah engkau tetap melawan?’

Maka, ia pun berhenti. Kemudian kami saling menebaskan pedang dua kali tebasan, dan aku (berhasil) membunuhnya. Setelah itu, aku berkata kepada Abu Amir, ‘Allah telah membunuh musuhmu’

Abu ‘Amir berkata, ‘Cabutlah anak panah ini.’

Maka, aku pun mencabutnya, kemudian air mengalir terus darinya. Abu Amir berkata, ‘Wahai anak saudaraku, sampaikanlah salamku kepada Nabi. Dan katakanlah kepadanya, mintakanlah ampunan untukku.’

Abu ‘Amir lalu mengangkatku sebagai penggantinya untuk memimpin pasukan. Maka Abu ‘Amir bertahan sejenak kemudian meninggal. Maka aku pun pulang, lalu masuk menemui Nabi di rumahnya yang sedang berada di atas tempat tidur yang disulam dan di atasnya terdapat kasur, yang mana sulaman tempat tidur tersebut telah membekas pada punggung dan sisi badannya.

Lantas aku mengabari beliau tentang kejadian kami dan Abu ‘Amir, dan Abu Amir berkata, ‘Katakan kepada beliau, mintakan ampunan untukku.’

Kemudian Rasulullah meminta air, lalu beliau berwudhu, setelah itu beliau mengangkat kedua tangannya. Beliau kemudian berkata, `Ya Allah, ampunilah `Ubaid Abu ‘Amir.’

Dan aku melihat putih kedua ketiak beliau. Kemudian behau berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah ia pada Hari Kiamat kelak berada di atas banyak manusia.’

Lalu aku berkata, ‘Mintakan juga ampunan untukku.’

Maka Rasulullah berkata, ‘Ya Allah, ampunilah dosa ‘Abdullah bin Qais dan masukkanlah ia pada Hari Kiamat ke tempat masuk yang mulia.'” (HR.Bukhari 4323, Al-Fath: 8/51-54) []

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari/ Penulis: Imam Az-Zubaidi/ Penerbit: Insan Kamil, 2013

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline