Foto: Vecteezy

Abu Hurairah, si Bapak Kucing

Meski tidak terlalu lama mengikuti Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam, namun hadist yang diriwayatkannya sangat banyak, mencapai 5374 hadist. Mengapa sangat banyak? Karena beliau satu-satunya sahabat yang selalu mengikuti kemana Rasulullah pergi.

Nama kecil beliau yakni Abdusy Syam, ia berasal dari Yaman. Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam lebih suka memanggil beliau dengan sebutan nama Abdur Rahman yang artinya hamba Allah Yang Maha Pengasih. Lantas mengapa beliau lebih suka dipanggil dengan nama panggilan Abu Hurairah? Yang artinya yakni Bapak Kucing?

Abu Hurairah merupakan seorang yang sangat penyanyang terhadap binatang. Karena sayangnya kepada binatang, ia sampai memiliki seekor kucing. Kucing itulah yang selalu menemani beliau saat ia sedang kesepian di tengah gembalaannya.

Suatu hari saat beliau pulang dari gembalaannya, kucing kesayangannya diletakkan di atas sebatang pohon. Esoknya kucing itu diambil lagi sebagai teman, dan kebiasaannya itu terus dilakukannya. Persahabatannya dengan seekor kucing pun diketahui oleh masyarakat sekitar sehingga akhirnya orang-orang memanggilnya Abu Hurairah yang artinya “Bapak Kucing”.

Namun ada cerita lain lagi tentang Abu Hurairah, yaitu ketika ia sedang berbincang dengan Rasul kemduia tiba-tiba kucingnya meloncat. Lalu, Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam memanggilnya dengan “Abu Hirr”. Itu sebagai panggilan halus Rasul kepada beliau setelah Rasul mengetahui asal usul julukan Abu Hurairah tersebut.

Abu Hurairah menerima seruan islam dari Tufail bin Amr ad-Dausy, yaitu pemimpin kaum Daus. Tufail seorang penggemar syair dan ia sendiri pandai menyusun syair yang indah. Dia datang ke Makkah untuk membuktikan berita yang telah tersebar luas, ia mendengar ada seorang laki-laki yang setiap kata-kata yang diucapkannya sangat memukau dan menarik banyak orang yang mendengarkannya.

Laki-laki yang dimaksudkan ialah Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wasallam. Awalnya kedatangan Tufail ke Makkah tidaklah dimengerti oleh ketua dan pemuka kaum Quraisy, mereka justru menyambutnya dengan penghormatan dan pesta penyambutan yang meriah. Jadi, Ketua dan pemuka-pemuka kaum Quraisy masih belum mengetahui kedatangan Tufail ke Makkah hanyalah untuk mendengar perkataan-perkataan yang diucapkan Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam.

Sekembalinya ke Yaman, Tufail berdakwah ke kalangan suku kaumnya. Ia berhasil mengislamkan beberapa orang kerabatnya, salah satunya yakni Abu Hurairah. Kemudian sekitar delapan puluh orang berangkat ke Madinah yang dipimpin langsung oleh Tufail bin Amr, tentu saja Abu Hurairah tidak mau ketinggalan dalam rombongan ini. Dia sangat ingin berjumpa dan menatap wajah Rasulullah yang selama ini hanya hanya ia dengar dari orang-orang saja, keinganannya tumbuh atas hidayah Allah dari hatinya yang bersih.

Sepanjang perjalanan Abu Hurairah terus membaca ayat-ayat Al-Qur’an, Namun sesampainya sayang keinginan awal untuk bertemu Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam harus ditunda karena sejak saat itu beliau shalallahu ‘alayhi wasallam sedang berjihad di Khaibar. Namun keinganan kuatnya tidak berhenti disitu, Abu Hurairah tetap berusaha untuk dapat menemui Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam. Hingga kecintaan beliau kepada Allah dan rasul-Nya pun mempertemukan beliau dengan Nabi, dan pada saat itupula beliau mengikrarkan taat setianya kepada Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam.

Kecintaan beliau kepada Nabi kian hari kian mendalam, dan kecintaan beliau semata-mata karena Allah Ta’ala. Hingga keingannya untuk terus berada disisi Rasulullah untuk mendengar sabda-sabda Rasulullah, sebab itulah yang mana Abu hurairah lebih banyak mengetahui perihal Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wasallam dibandingkan sahabat-sahabat yang lain. Padahal Abu Hurairah hanya empat tahun lebih hidup berdampingan dengan Rasulullah, tak heran jika Abu Hurairah termasuk salah satu sahabat yang terbanyak meriwayatkan hadist Rasulullah. Abu Hurairah meriwayatkan 5374 hadist. Diantara jumlah tersebut, 325 hadist disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dan 93 diriwayatkan oleh Muslim sendiri. []

About Admin 1

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline