Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Abu Hurairah: Rasulullah Membagi-bagikan Harta Warisan

0 35

Suatu hari Abu Hurairah berjalan melewati sebuah pasar. Di sana ia terpana melihat begitu banyak orang bersemangat dalam mengais harta dunia. Sampai-sampai mereka tak menghiraukan seruan menimba ilmu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam serta menunaikan shalat lima waktu. Mereka seolah tenggelam oleh lautan keuntungan dunia.

“Alangkah sibuknya kalian, hai penduduk Madinah!” teriak Abu Hurairah pada sekerumunan orang.

“Bagaimana pendapat Anda tentang kesibukan kami, wahai Abu Hurairah?” sela seorang yang berpengaruh di antara mereka.

“Harta yang diwariskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang dibagi-bagi orang. Sayang sekali kalian berada di sini. Mengapa kalian tidak pergi ke sana mengambil bagian?” papar Abu Hurairah.

“Di mana?” tanya mereka hampir bersamaan.

“Di masjid,” jawabnya.

Mereka merasa dikecewakan Abu Hurairah lantaran mereka tak mendapatkan harta sebagaimana dibayangkan. “Apa kalian tidak melihat banyak orang di masjid itu?” Abu Hurairah balik tanya.

“Ada, tetapi mereka ada yang sedang shalat, ada yang membaca Al-Quran, dan ada juga yang sedang belajar tentang halal dan haram,” jawab mereka.

Related Posts

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

“Bodoh kalian! Mereka itu sedang membagi-bagi harta yang diwariskan Rasulullah!” jawab Abu Hurairah cerdas.

Ilmu yang diperoleh langsung dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, memang, telah mengantarkan pribadi Abu Hurairah kaya pengetahuan dan ahli ibadah. Waktu demi waktu ia habiskan untuk menimba ilmu disepanjang hari, serta beribadah pada sepertiga malam bersama isteri dan anaknya.

Hingga akhir hayatnya sifat-sifat yang meneladani Rasulullah SAW itu tetap terpatri dalam diri Abu Hurairah. Kerendahan hatinya tampak sekali ketika jiwanya di ujung kematian. Ia menangis yang membuat orang-orang di sekelilingnya keheranan.

“Mengapa Anda menangis, hai Abu Hurairah?” tanya salah seorang sahabat.

“Saya menangis bukanlah karena akan berpisah dengan dunia ini. Saya menangis karena perjalanan saya masih jauh, sedangkan perbekalan saya hanya sedikit. Saya telah berada di ujung jalan yang akan membawa saya ke surga atau neraka,” ucapnya.

Hafal Al-Quran dan sekira 1609 hadits ia riwayatkan. Bekal inilah yang mengantarkan jiwanya tenang saat disambut malaikat sakaratul maut. Untuk bertemu dengan Rabbnya. []

Baca juga: Abu Hurairah, Tahukah Engkau Siapa yang Mengajakmu Berbicara Selama Tiga Malam?

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline