Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Abu Bakar, Mengapa Mendapat Gelar Atiq?

Abu Bakar Ash-Shiddiq khalifah Rasulullah. Ia bernama Abdullah bin Abi Quhafah Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taym bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib, Al-Qurasyi, At-Tamimi. Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah di kakeknya, Murrah.

Ia adalah orang yang mana telah Allah lapangkan dadanya untuk memerangi orang-orang murtad, kemudian dia menyiapkan pasukan untuk membuka Syam. Sejarah hidupnya ditutup dengan satu hal yang sangat penting yang menandai kehidupannya dan merupakan keutamaannya yang paling agung, yaitu penentuan Umar sebagai penggantinya, serta firasat tentang Umar dan wasiatnya kepada Umar, serta menyerahkannya kepada Allah.

Dimana Allah menjadikan masa penggantinya, sebagai masa pemerintahan yang paling baik. Penunjukkannya kepada Umar yang merupakan salah satu tindakan baiknya dan yang menjadi perbuatannya yang mulia merupakan pembuka pelebaran Islam dan pengokohan agama, serta sebagai bukti kebenaran janji Allah bahwa dia akan menolong agama ini secara keseluruhan. Dan betapa banyak cerita kebaikan dan keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang tidak mungkin bisa kita hitung. Demikian kata Imam An-Nawawi.

Read More

Rasulullah Rela Menguburkan Dzul Bajadain Sendirian

Abu Bakar memiliki beberapa gelar, At-Tirmidzi dan Al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah bahwa Abu Bakar masuk ke rumah Rasulullah. Kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Bakar sesungguhnya engkau adalah pembebas manusia dari api neraka.”

Al-Bazzar dan Ath-Thabarani meriwayatkan dengan sanad yang baik dari Abdullah bin Zubair dia berkata, “Nama Abu Bakar adalah Abdullah. Suatu ketika Rasulullah bersabda kepadanya, ‘Kau adalah pembebas dari api neraka.’ Oleh karena itu, ia dinamakan Atiq. Sedangkan gelar Ash-Shiddiq, disebutkan bahwa dia diberi gelar sejak zaman Jahiliyah, karena dia sangat terkenal dengan kejujurannya. Riwayat ini disebutkan oleh Ibnu Masdi. Juga dikatakan bahwa dia mendapat gelar itu karena dia begitu cepat membenarkan apa yang Rasulullah bawa.”

Abu Ya’la dalam Musnadnya meriwayatkan juga dari Ibnu Sa’ad, serta Al-Hakim dan dia menyatakan bahwa haditsnya adalah shahih dari Aisyah dia berkata, “Demi Allah, sesungguhnya pada saat saya di rumah di suatu hari, sedangkan Rasulullah bersama para sahabat berada di beranda rumah dengan dibatasi oleh kain pembatas antara saya dengan mereka. Kemudian Abu Bakar Ash-Shiddiq muncul. Melihat kedatangan Abu Bakar, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang ingin melihat orang yang selamat dari api neraka maka hendaklah dia melihat Abu Bakar,” dan bahwa sesungguhnya nama yang diberikan oleh keluarganya adalah Abdullah, namun nama Atiq mengalahkan kemasyhuran nama Abdullah. []

Sumber: Tarikh Khulafa: Sejarah Para Khalifah/ Penulis: Imam As-Suyuthi/ Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, 2000

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline