Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Abdullah dan Seratus Unta

51

Abdul Muthalib adalah orang yang pertama kali menggali sumur zamzam setelah zaman dahulu dikubur oleh kabilah Jurhum saat dipaksa untuk keluar dari kota Makkah. Abdul Muthalib membawa air Zamzam ke Arafah untuk memberikan minuman kepada jamaah Haji.

Dengan begitu, ia memberikan kenang-kenangan yang luar biasa, yaitu kenang-kenangan Nabi lsmail. Abdul Muthalib berusaha melestarikan sumur Zamzam, walaupun orang-orang Quraisy enggan untuk memberikan bantuan kepadanya.

Kemudian ia bernadzar senadainya Allah memberikan sepuluh anak kepadanya, maka ia akan menyembelih salah satu diantara mereka, Seiring berlalunya waktu, Allah mengaruniakan sepulu h anak lak-laki kepadanya.

Mereka adalah Al-Harits, Az-Zubair, Abu Thalib, Abdullah, HAmzah, Abu Lahab, Al-Ghaidaq, Al-Miqdam, Dhirar, dan Al-Abbas. Abdul Muthalib mengumpulkan mereka dan memberitahukan mereka tentang nadzarnya. la mengajak mereka untuk membantunya dalam memenuhi nadzarnya.

Maka tidak ada seorangpun diantara mereka yang menentangnya Mereka berkata, “Penuhilah nadzarmu dan lakukanlah apa yang kau inginkan.”

Abdul Muthalib berkata, “Hendaklah setiap orang dari kalian menulis namanya di anak panah undian.”

Ketika di undi, nama yang keluar adalah Abdullah, ayah Rasulullah. Abdul Muthalib lalu membawanya ketempat penyembelihan sambil membawa pedang. Namun, anak-anak perempuanya menangis melihat kejadian ini.

Salah seorang diantara mereka berkata, “Jangan sembelih dia, ganti saja dengan mengundi unta-untamu ditanah Haram.”

Orang-orang Quraisy dengan cepat menuju lokasi penyembelihan. Mereka meminta kepada Abdul Muthalib agar jangan menyembelih anaknya.

Abdul Muthalib berkata kepada juru kunci Ka’bah. “Undilah ia bersama dengan sepuluh unta.”

Setiap kali di undi, nama Abdullah Ayah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam masih tetap muncul, maka ditambah sepuluh unta hingga mencapai seratus unta. Setelah genap seratus unta, baru nama unta yang keluar dari undian. Abdul Muthalib pun senang dan unta-unta tersebut di sembelih. []

Baca juga: Bukan Abdul Muthalib yang Memberi Nama Nabi dengan Muhammad, Ternyata…

Sumber: Kisah Hikayat Abdul Muthalib Kakek Nabi Muhammad SAW/Penulis: Muhammad Xenohikari

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More