Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Abdullah bin Abu Hadrad Mencari Biaya Mahar

0 14

Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Abdullah bin Abu Hadrad: Aku telah menikahi seorang wanita dari kaumku dan aku telah memberikan dua ratus dirham sebagai mas kawin kepadanya. Aku mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk meminta pertolongan atas pernikahanku ini.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadaku, “Berapa banyak mas kawin yang kamu berikan kepadanya?”

Aku menjawab, “Dua ratus dirham.”

Beliau berkata, “Subhanallah, demi Allah, jika engkau meminjamnya dari penduduk wadi ini, takkan mencukupi untuk kamu. Aku tidak mempunyai uang sebanyak itu untuk membantumu. Tunggulah beberapa hari di sini!”

Saat itu, seorang lelaki dari bani Jasham bin Muawiyyah yang biasa dipanggil Rifaah bin Qis atau Qis bin Rifaah bersama beberapa orang dari kaumnya sedang berada di suatu hutan untuk menghimpun orang Quraisy. Tujuan tidak lain untuk menyerang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau memanggil Abdullah bin Abu Hadrad dan dua orang sahabat lainnya dan bersabda, “Pergilah kalian menemui lelaki tersebut, dan jangan kembali sebelum kalian mengetahui keadaannya.”

Beliau memberi seekor unta betina yang telah tua dan lemah untuk tunggangan, begitu lemahnya sehingga untuk bangun harus dibantu diberdirikan. Dengan bersenjata pedang dan panah mereka berangkat ke tempat yang ditunjukkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka tiba di tempat itu ketika matahari telah tenggelam.

Abdullah mengatur strategi dengan bersembunyi di tempat yang berseberangan, di tengahnya adalah Rifaah dan kaumnya. Ia berkata kepada dua temannya, “Jika kalian mendengar aku bertakbir dan menyerang musuh, hendaklah kalian juga bertakbir dan menyerang mereka.”

Mereka menunggu sampai malam semakin gelap dan tidak ada kejadian apapun. Kemudian terdengar perbincangan tentang penggembala ternak mereka yang belum kembali. Rifaah bermaksud untuk mencarinya dan sebagian kaumnya ingin menyertai atau menggantikannya mencari. Tetapi Rifaah menolak ditemani atau digantikan. Ia pun berangkat sendiri dengan menyandang pedangnya.

Ternyata Rifaah melalui tempat dimana Abdullah bersembunyi, yang segera saja ia siapkan senjatanya untuk menyerang. Ketika telah yakin dengan sasarannya, Abdullah melepaskan anak panahnya dan tepat mengenai jantung Rifaah. Dan sebelum Rifaah sempat mengucap sepatah kata, ia telah menyerang dan membuat Rifaah tumbang. Kemudian Abdullah bertakbir dengan keras dan menyerang musuh, diikuti dua temannya yang juga bertakbir dan menyerang dari arah berlainan.

Musuh pun ketakutan karena menyangka diserang dengan pasukan yang lebih banyak, mereka lari menyelamatkan diri dengan membawa harta sekenanya, termasuk wanita dan anak-anaknya. Tetapi harta yang masih tertinggal masih lebih banyak lagi. Mereka bertiga membawa harta rampasan tersebut kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, dan Abdullah diberi tiga belas ekor unta untuk biaya mahar dan pernikahannya. []

Baca juga: Kegalauan Orang-orang Saleh

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline