Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apa yang Ada padamu, Wahai Tsumamah?

0

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengutus pasukan berkuda ke Najd. Lalu pasukan tersebut datang membawa seorang laki-laki dari Bani Hanifah yang bernama Tsumamah bin Utsal. Kemudian mereka mengikatnya di salah satu tiang masjid.

Lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mendatanginya, kemudian berkata, ‘Apa yang ada padamu, wahai Tsumamah?’

Ia menjawab, ‘Aku berada dalam kebaikan, wahai Muhammad. Jika engkau membunuhku, berarti engkau membunuh orang yang berhak dibunuh. Jika engkau memberi kebaikan, berarti engkau memberi kebaikan kepada orang yang bersyukur. Dan jika engkau menginginkan harta, maka mintalah apa yang engkau inginkan.’

Sampai keesokan harinya, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata, ‘Apa yang engkau miliki, wahai Tsumamah?’

Ia menjawab, ‘Sebagaimana yang telah aku katakan kepadamu. Jika engkau memberi kebaikan, berarti engkau memberi kebaikan kepada orang yang bersyukur.’

Lalu beliau meninggalkannya, sampai keesokan harinya, ia  berkata, ‘Apa yang engkau miliki, wahai Tsumamah?’

Ia menjawab, ‘Aku memiliki apa yang telah katakan kepadamu.’

Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata, ‘Lepaskanlah Tsumamah.’

Maka Tsumamah pun pergi ke tempat air yang dekat dengan masjid, lalu ia mandi, kemudian masuk ke masjid. Ia pun lalu berkata, ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Wahai Muhammad, demi Allah, tidak ada satu pun wajah di muka bumi ini yang aku paling benci kecuali wajahmu. Namun, wajahmu (sekarang) menjadi wajah yang paling aku cintai.

‘Demi Allah, tidak ada agama yang paling aku benci kecuali agamamu. Namun, (sekarang) agamamu menjadi agama yang paling aku cintai. Demi Allah, tidak ada negeri yang paling aku benci kecuali negerimu. Namun, (sekarang) negerimu menjadi negeri yang paling aku cintai. Pasukan berkudamu telah membawaku ketika aku akan melaksanakan umrah, maka bagaimana menurutmu?’

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lantas memberinya kabar gembira dan memerintahkannya untuk melaksanakan umrah. Maka ketika ia tiba di Mekah, ada seseorang yang berkata, ‘Engkau telah berpindah agama.’

Tsumamah menjawab, ‘Tidak, tetapi aku telah masuk Islam bersama Muhammad Rasulullah. Tidak, demi Allah, tidak akan datang kepada kalian dari Al-Yamamah satu butir gandum pun sehingga diizinkan oleh Nabi.’” (HR. AI-Bukhari: 4372, Al-Fath: 8/106-109) []

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari/ Penulis: Imam Az-Zubaidi/ Penerbit: Insan Kamil, 2013

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More