Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ketika Bulan Itu Terbelah Menjadi Dua

0

Perjuangan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam menyebarkan ajaran Islam sungguh tidak dapat diukur memakai apapun. Kesabarannya takan pernah ada yang menandingi. Terbukti dengan sikapnya ketika beliau diejek, ditertawakan dan dipermalukan. Hingga terjadi pada suatu hari dimana saat pemuka-pemuka kaum Musyrikin Quraisy berkumpul di halaman Ka’bah. Mereka sedang mencari cara untuk mempermalukan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam.

Salah satu diantara mereka mengusulkan kepada yang lainnya. Agar menyuruh seseorang untuk memanggil Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam datang ke hadapan mereka, lalu setelah itu mereka akan membantah segala ucapan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam agar beliau kehabisan jawaban dan malu terhadapnya. Usul itu mereka terima, kemudian dikirimlah salah seorang untuk memangggilnya.

Sampainya pesuruh itu kepada Nabi SAW maka ia berkata, “Muhammad, para pemuka Quraisy sekarang ini sedang berkumpul di samping Ka’bah. Mereka menginginkan engkau datang ke tempat itu sekarang juga. . . “

Lalu Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam pun bergegas menjumpai mereka, dengan harapan jika mereka akan insyaf dan menerima seruan beliau. Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam pun datang ke tempat mereka dan ikut berkumpul dengannya.

Selama Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam ikut bergabung dengan mereka, para pemuka Quraisy itu sudah terlalu banyak bicara hal yang sia-sia namun beliau masih diam dan menunggu maksud mereka menginginkan beliau datang. Lalu bicaralah salah satu diantara mereka, “Begini Muhammad! Jika kedatanganmu kesini hendak mencari kekayaan, maka akan kami buat kamu menjadi seorang hartawan diantar kami. Jika maksudmu ingin mencari kemuliaan, maka akan kami buat kamu menjadi orang yang paling mulia diantara kami…“

Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam pun menjawabnya dengan tegas, “Bagiku tidak seperti yang kamu katakan itu. Aku datang dengan apa yang telah aku bawa kepadamu . . . dan jikalau kamu menolak kedatanganku, aku akan bersabar serta menyerah kepada Allah, sehingga ia mendengar keputusan di antara kamu semua dan aku.”

Dengan jawaban Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam yang demikian tentu membuat mereka terdiam karena tidak bisa mengatasi dan mengelabui beliau.

Hingga datang pada suatu malam para pemuka Quraisy itu kembali menemui Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam, mereka mengemukakan keinginan kepada beliau, “Muhammad, jikalau engkau betul-betul menjadi pesuruh Allah, cobalah engkau belah bulan menjadi dua. Jikalau engkau mampu membelahnya, tentu kami percaya dengan sungguh-sungguh, bahwasannya engkau sungguh pesuruh Tuhan yang di datangkan kepada kami!”

Saat itu kebetulan malam bulan purnama. Seketika itu Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam mendapatkan mukzizat, lalu beliau mengacungkan jari telunjuk beliau ke atas seketika itu juga bulan terbelah dua. kemudian beliau berkata, “Saksikanlah dan liahtlah oleh kamu semua, bahwa bulan itu sudah benar-benar terbelah menjadi dua.”

Namun karena permintaan mereka hanya untuk mengejek Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam, maka berkatalah merka, “Sungguh itu sihir yang nyata!” kemudian sebagian lainnya berkata, “Ya sungguh pun jika itu sihir maka hanya kitalah yang terkena oleh sihirnya. Belum tentu orang-orang selain kami. Maka tunggulah kedatangan orang-orang pelayaran, maka apakah mereka melihat apa yang kita lihat ini.”

Saat orang-orang pelayaran itu datang maka bertanyalah merka tentang kejadian yang dialaminya. Memang benar mereka melihat bulan itu terbelah menjadi dua dan tampak jika gunung Hira berada di tengah-tengah belahan bulan itu. Meskipun telah terlihat nyata begitu, tapi mereka kaum Musyrikin tetap menganggap peristiwa menakjubkan itu hanyalah sihir. []

Sumber: Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam/Penulis: K.H. Moenawar Chalil/ Penerbit: Bulan Bintang/1993.
Redakur: Dini Koswarini

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline