Foto: Pinterest

5 Hal Penting tentang Khadijah

Namanya Khadijah binti Khuwaylid. Dia adalah istri Nabi. Dialah salah satu standar kesuksesan seorang Muslimah.

Ini adalah tujuh hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang wanita yang sangat mulia ini, Khadijah (semoga Allah berkenan terhadapnya):

1. Dia adalah seorang wanita pebisnis yang sukses dan terhormat.

Khadijah adalah seorang pemimpin usaha yang sangat dihormati. Ia berdagang perabotan, tembikar dan sutra. Khadijah lahir dari seorang ayah yang merupakan seorang pedagang sukses dari suku Quraisy. Dia mewarisi keahlian ayahnya dimana waktu itu masyarakat didominasi oleh laki-laki.

Setelah kematian ayahnya, dia mengambil alih bisnis dan menukarkan barang melalui pusat perdagangan utama pada waktu itu, dari Mekah ke Syam dan ke Yaman, mempekerjakan orang-orang yang paling dapat dipercaya untuk menantang rute perdagangan yang berbahaya.

Bisnisnya lebih besar daripada semua perdagangan Quraisy dan ia paling terkenal akan reputasi barang yang berkualitas tinggi. Dia memiliki mata yang tajam dan sangat intuitif, mendapatkan julukan, Ameerat-Quraisy (“Putri Quraisy”) dan al-Tahira (“Yang Murni”) karena reputasinya tersebut. Khadijah tahu apa yang dia lakukan dalam bisnis, tidak pernah mengorbankan kerendahan hati atau integritasnya untuk berhasil dalam perdagangan yang didominasi laki-laki, hanya mempekerjakan orang-orang yang dapat memenuhi standar ini.

2. Dia menolak banyak lamaran pernikahan.

Sebagai wanita paling sukses di lingkungan sekitar, kaya akan pencapaian dan karakter duniawi, nampaknya Khadijah menghadapi godaan konsisten dari pria yang mencari tangannya dalam pernikahan. Dia menikah dua kali sebelum menikah dengan Nabi; Kedua perkawinan ini menghasilkan anak-anak dan keduanya meninggalkannya menjadi janda. Karakternya yang tajam membuat dia pilih-pilih; dan, dia sebenarnya sudah nyaris tak ada lagi keinginan untuk menikah lagi. Sampai …

3. Dia meminta Nabi untuk menikahinya.

Cinta datang saat Anda tidak melihat, atau begitulah yang sering kita dengar. Khadijah mengetahui karakter Muhammad dan juga pengalaman lelaki muda itu mengelola kafilah di jalur perdagangan yang menyertai pamannya, Abu Thalib. Pernikahan pada waktu itu dilakukan untuk bertahan hidup dan tidak selalu tentang cinta seperti yang kita kenal di dunia sekarang ini. Khadijah tidak membutuhkan seorang suami untuk mengurusnya secara finansial. Dan Muhammad tidak memiliki sarana untuk mencari istri. Khadijah jatuh cinta padanya, dan melalui seorang teman, memintanya untuk menikahinya.

4. Dia 15 tahun lebih tua dari Muhammad.

Usia Khadijah saat menikahi Nabi adalah 40 tahun. Umur Nabi sendiri ketika itu adalah 25 tahun.

5. Dia adalah istri yang ideal; Mereka adalah kisah cinta sejati.

“Isteri-isterimu adalah pakaian untukmu dan kamu adalah pakaian untuk mereka.” (QS. 2: 187)

Pernikahan Khadijah dan Muhammad adalah monogami sampai kematian Khadijah 25 tahun kemudian setelah pernikahan. Kenabian Muhammad dimulai saat dia menikah dengan Khadijah, saat dia menerima wahyu Allah yang pertama melalui Malaikat Jibril yang membuat dia ketakutan, tegang dan merasa sendirian saat tidak ada yang percaya kepadanya. Khadijah menghibur suaminya dan mendorongnya selama hari-hari paling sulit dalam hidupnya. []

About Admin 1

Check Also

Enam Pelajaran dari Dokter Hati

Karena saya termasuk makhluk bergerak, maka saya tidak peru menyibukkan hatiku dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Dzat yang Maha Kuat dan Kokoh.

you're currently offline