Foto: vectorsland.com

An Nu’man Merasa Malu Temui Nabi

Kabilah Muzainah membuat perumahan bagi penduduknya berdekatan dengan kota Yatsrib yang berada pada tepi jalan yang melintas antara Madinah dan Mekkah. Dulu ia bernama An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani.

Saat Rasul Saw berhijrah ke Madinah, kabar tentang Beliau sampai ke perkampungan Muzainah lewat orang yang lalu-lalang di sana. Tidak ada satu kabar pun tentang Beliau yang sampai kepada mereka, kecuali kabar yang baik saja.

Pada suatu petang, pemimpin kabilah ini yang bernama An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani sedang duduk bersama para sahabat dan para
pembesar kabilahnya. Ia berkata kepada mereka: “Wahai kaumku, tidak ada yang kita ketahui tentang Muhammad kecuali kebaikan saja. Tiada yang kita dengarkan tentangnya selain kasih sayang, kebaikan dan keadilan. Mengapa kita masih berleha-leha, sedang banyak manusia yang bersegera untuk menjumpainya?”

Kemudian ia meneruskan: “Aku telah berniat akan mendatanginya esok hari. Siapa yang ingin berangkat bersamaku, maka bersiaplah!”

Apa yang diucapkan Nu’man begitu membekas pada diri kaumnya.

Pada pagi harinya, ia menjumpai sahabatnya yang berjumlah 10 orang, 400 orang penunggang kuda dari suku Muzainah yang telah siap untuk berangkat bersamanya ke Yatsrib demi menjumpai Nabi Saw dan menyatakan diri masuk ke dalam agama Allah.

Namun An Nu’man merasa malu untuk membawa rombongan yang begitu banyak datang menghadap Rasulullah Saw tanpa membawa apa-apa untuk Beliau dan kaum muslimin sebagai oleh-oleh.

Akan tetapi kemarau yang panjang yang terjadi di daerah Muzainah telah menyebabkan tidak ada hasil ternak dan sawah yang tersisa dan dapat dibawa sebagai hadiah.

Maka An Nu’man bersama para sahabatnya mulai mengumpulkan apa saja yang ada di rumah mereka. Akhirnya mereka mengumpulkan apa yang tersisa dari apa yang mereka miliki. Mereka mengumpulkannya di hadapan An Nu’man. Lalu ia membawanya kepada Rasulullah Saw, dan ia mengumumkan bahwa dirinya dan rombongannya menyatakan masuk ke dalam Islam dihadapan Rasul. []

Sumber: Kisah Heroik 65 Orang Shahabat Rasulullah SAW/Penulis: Dr. Abdurrahman Ra’fat al-Basya- Penerbit : Darul Adab al-Islami/Penerjemah : Bobby Herwibowo, Lc – PT. Kuwais International, Jl. Bambu Wulung No. 10, Bambu Apus Cipayung, Jakarta Timur 13890 – Telp. 84599981

About Admin 1

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline