Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Apakah Kau Memerlukan Bantuan?

0

 

Wanita itu berpikir keras sampai larut malam dan akhirnya memutuskan cara membalas dendam kepada orang itu. Wanita itu tidak bisa tidur sepanjang malam, karena dia sangat bersemangat untuk membalas dendam atas berhala yang dia disembah.

Bahkan sebelum sinar matahari pertama memasuki jendela, wanita itu langsung sibuk menyapu rumahnya. Dia memasukkan semua sampah ke keranjang, meletakkannya di atas atap rumahnya dan dengan bangga melihat untuk sementara waktu, dan dengan sabar, dia melihat ke arah jalan. “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat lelaki itu marah. Semua orang akan memujiku ketika orang-orang melihat lelaki itu berteriak dan marah padaku. mereka akan menertawakan dia dan mengolok-olok dia, ” pikirnya.

Wanita itu melirik lagi ke dalam keranjangnya dan menyeringai.

Sementara itu, ia mendengar langkah kaki, dari orang yang selama ini ia pikirkan. “Akhirnya mangsaku telah tiba,” pikirnya. Ketika ia melihat seorang pria berpakaian putih bersih datang, dia mengambil keranjang di tangannya dan melemparkan semua sampah pada lelaki itu.

Namun ternyata, si wanita itu harus kecewa karena sang lelaki yang ia lempari sampah itu tidak mengatakan apa-apa dan melanjutkan perjalanannya.

Dia melakukan hal yang sama hari berikutnya. “Mungkin kali ini aku akan bisa mengganggunya,” tekadnya.

Jauh di bawah loteng wanita itu, sang lelaki yang dangat dibenci olehnya, terus berjalan menyusuri jalan setiap harinya. Ia tidak memilih jalan lain, namun sebaliknya berdoa untuk wanita itu agar bisa mengenali kebenaran.

Suatu hari, lelaki itu tidak menemukan sang wanita di loteng rumahnya dan tidak melemparkan keranjang berisi sampah. Lelaki itu berpikir, sesuatu pasti telah terjadi padanya.

Jadi dia mengetuk pintu.

“Siapa itu?” tanya sebuah suara lemah dari dalam rumah.

“Muhammad bin Abdullah,” jawab si lelaki, “Bolehkah saya bisa masuk?”

Wanita itu takut. Ia merasa sakit, dan terlalu lemah untuk melawan atau berbicara dengan lelaki yang ia benci itu. Namun, entah mengapa, wanita itu mengizinkan si lelaki masuk ke rumah.

Lelaki itu memasuki rumah dan mengatakan kepada wanita itu kenapa tidak ada di lotengnya kali ini. Lelaki itu khawatir si wanita sedang sakit.

“Apakah Anda membutuhkan bantuan?” tanya lelaki itu.

Wanita itu sangat terkejut. Dia tak menyangka lelaki itu begitu ramah.

Seketika dia lupa semua ketakutan dan meminta diambilkan air.

Setelah memberikan air, lelaki itu mendoakan si wanita agar cepat sembuh. Wanita itu merasa sangat malu. Ia merasa sangat menyesal.

Setiap hari, selama sakit, lelaki itu datang ke rumahnya untuk merawatnya, memberi makan dan mendoakannya agar sehat.

Akhirnya si wanita itu memeluk Islam.

Lelaki itu adalah Nabi Muhammad. []

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More