Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

2 Mahluk Allah yang Kehausan

0 20

Allah SWT Mengasihi semua binatang dan tidak terkecuali anjing, Allah ciptakan semata-mata memperkaya hasanah ragam dan keindahan alam. Allah ciptakan manusia, hewan dan tumbuhan serta isinya semata-mata ada hubungan atau kaitannya satu sama lain. Manusia yang memiliki hati nurani akan senantiasa mengasihi dan menyayangi binatang dan tumbuhan, binatang dan tumbuhan sama halnya dengan kita butuh kehidupan untuk kesesuaian hidupnya,  namun mereka tidak memiliki kesempurnaan ataupun kelebihan atas apa yang difirmankan Allah karena manusia itu memiliki akal dalam perbedaannya.

BACA JUGA: Siapa Yang Mengurus Hisabnya Seluruh Mahluk?

Manusia diciptakan untuk berkasih sayang kepada yang membutuhkan, kesusahan, dan kekurangan. Di situlah peran manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai manusia kita  harus menyadari betul akan kelebihan kita untuk penyempurnaanya kita dampingi sikap perilaku kita terhadap apapun, siapapun. Sebab dengan kita menggunakan akal kita untuk sesuatu yang bermanfaat bagi yang lemah dapat disimpulkan Allah akan tinggikan derajat manusia di hadapan Allah SWT.

Seperti yang dicontohkan oleh Nabi, Nabi adalah pecinta kucing, beliau sangat sayang terhadap kucingnya bahkan kucingnya pun sangat menyayangi Nabi.

Begitupun sama halnya seperti seorang pemuda yang hidup di zaman Nabi pun, menyatakan riwayat kebaikan amal pemuda ini terhadap seekor anjing yang sedang kehausan,

Ketika itu seorang pemuda itu sedang  berjalan di jalan raya dan ia merasa sangat kehausan. Kemudian ia mendapatkan sebuah sumur. Ia pun segera mengambil air dari sumur itu dan meminumnya sambil banyak bersyukur kepada Allah.

BACA JUGA: Kamu Punya Air, tapi Kamu Tampak Kehausan?

Tiba-tiba ia melihat seekor anjing yang sangat kehausan sampai meminum air yang bercampur tanah. Mendapati hal itu, pemuda itu berkata dalam hatinya, “Anjing ini pasti merasa sangat haus, seperti yang aku rasakan tadi.” Kemudian pemuda itu turun ke dalam sumur untuk mengambil air. Setelah memenuhi sepatunya dengan air, ia menggigit sepatunya dengan mulut agar bisa naik dari sumur itu sambil membawa air. Setelah sampai di atas, ia pun memberi minum anjing itu.

Di akhir kisah dari hadits Rasulullah SAW. Bersabda, “Allah pun berterima kasih kepada pemuda itu dan mengampuni dosanya.” Allah berterima kasih kepada pemuda itu karena ia mengasihi dan menyayangi binatang. Maka Allah pun mengampuni dosa-dosanya. []

Sumber: 40 Kisah Pengantar Anak Tidur/Karya: Njwa Husein Abdul Aziz/Penerbit: Gema Insani

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements

you're currently offline