Foto: Pinterest

Teladan Ukhuwah dari Nabi

Nilai cinta dalam ukhuwah begitu tinggi. Sedemikian tingginya, baginda Rasulullah saw. menyetarakannya dengan nilai keimanan. Rasulullah saw. bersabda. “Tidaklah beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.”

Nasihat Rasulullah saw. itu memang bukan sekadar teori. Teori yang enak diucapkan dan didiskusikan, tapi sulit dibuktikan. Sepanjang perjalanan hidupnya, baginda Rasul banyak memberikan keteladanan soal ukhuwah. Dan para sahabat pun mencontohnya. Bagaikan mata air di pegunungan, kiprah mereka seperti tak pernah habis untuk diteladani.

Zaman berubah. Dan generasi pun berganti. Tapi, keteladanan itu terus mengalir jernih. Saat ini, tidak sedikit para ikhwan dan akhwat yang mencoba meneladani Rasul dalam berukhuwah. Mereka seperti ingin bergabung dalam kumpulan para sahabat yang cinta kepada sesamanya diabadikan Alquran dalam surah Al-Hasyr ayat sembilan. “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekirian dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” []

About Admin 1

Check Also

Manisnya Menggigit Iman

Iman yang mantap disertai keteguhan hati bisa disejajarkan dengan sebuah gunung yang tidak bisa diusik.

you're currently offline