Foto: newsmov

Sang Pemburu Syahid

Keimanannya amat teguh dan cemerlang. Bahkan puncak keinginannya ialah mati di jalan Allah. Tatkala Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memilih di antara perutusan dari beberapa orang wakil, Abdullah bin Amr terpilih sebagai salah seorang di antaranya. Dia diangkat sebagai wakil dari kaum Bani Salamah.

Di perang Badar, dia turut menjadi pejuang dan bertempur layaknya kesatria. Dan di perang Uhud, telah terbayang-bayang ruang matanya akan gugur di medan perang.

BACA JUGA: Rasulullah Memperagakan Adab di Dalam Masjid

Pertempuran sengit pun terjadi. Pada mulanya kaum muslimin beroleh kemenangan. Tetapi, sebab musuh melihat garis pertahanan kaum muslimin terbuka lebar, kemenangan tersebut berubah menjadi kekalahan.

Dalam pertempuran yang amat dahsyat ini, Abdullah bertempur dengan gagah berani. Dan usai pertempuran, anaknya Jabir bin Abdullah menemukannya di antara para syuhada itu.

BACA JUGA: Ke manakah Rasulullah Melarikan Diri?

Pecahlah tangis Jabir beserta keluarganya. Lalu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalian tangisi ataupun tidak, para malaikat akan tetap menaunginya dengan sayap-sayapnya.” []

Sumber: Karakteristik Perihidup 60 Shahabat Rasulullah/Karya: Khalid M. Khalid/Penerbit: CV. DIPONEGORO Bandung/1990

Artikel Terkait :

About Nida Nur Fadillah

Check Also

Tsauban: Bagaimana dengan Nasibku Kelak di Akhirat?

Melihat perubahan pada diri pelayannya itu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada Tsauban, “Wahai Tsauban, apakah yang terjadi pada dirimu?”

you're currently offline