Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ketika Rasulullah Dihadapkan dengan Beberapa Pilihan

Saat itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tengah bersama sekelompok kecil dari sahabat yang mana terdiri dari sembilan orang. Beliau melihat perjuangan mereka dalam menghalau orang-orang musyrik, karena kavaleri (pasukan berkuda) Khalid telah memporak-porandakan mereka.

Kini, Rasulullah dihadapkan dengan dua pilihan, segera lari menyelamatkan diri bersama para sahabatnya itu ke tempat yang lebih aman, lantas membiarkan pasukannya yang lain terkepung. Ataukah mengumpulkan kembali semua anggota yang telah tercerai berai agar kembali ke tempat semula?

Read More

Empat Peristiwa Penting hingga Masa Pengutusan

BACA JUGA: Kita Bukanlah Seperti Rasulullah

Dengan begitu, mereka dijadikan tameng guna menyibak pasukan musuh hingga puncak Uhud.

Dan dari sinilah tampak kecerdikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam membaca keadaan, juga menunjukkan sisi keberanian.

Dengan suara nyaring beliau berseru, “Wahai hamba-hamba Allah!”

Sengaja beliau melakukan begitu, agar orang-orang Muslim yang cerai berai dapat mendengarnya sehingga mengetahui posisi beliau. Namun, itu sama saja dengan mempertaruhkan diri Rasulullah sendiri. []

BACA JUGA: Dia, Teladan Muslimah yang Fasih Bicaranya

Sumber: Sirah Nabawiyah/ Karya: Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri/ Penerbit: Pustaka Al-Kautsar/ 2017

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline