Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Siapakah Penyair yang Cerdas Itu?

Dia adalah seorang penyair yang cerdas, salah seorang penduduk Yastrib yang dijuluki Al-Kamil oleh kaumnya. Julukan ini disematkan padanya sebab warna kulitnya, syairnya, kehormatan, dan nasabnya. Dia datang ke Makkah untuk menunaikan haji dan umrah. Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengajaknya masuk Islam.

“Boleh jadi apa yang ada padamu itu sama dengan apa yang ada padaku,” katanya.

“Apa yang ada padamu?” tanya beliau.

“Hikmah Luqman,” jawabnya.

BACA JUGA: Sang Penyair yang Memiliki Dua Pahala

“Coba tunjukkan padaku!”

Lalu Suwaid menunjukkannya. Setelah itu beliau bersabda, “Ini kata-kata yang baik. Namun, apa yang ada padaku jauh lebih utama dari kata-kata itu. Ini adalah Al-Quran yang diturunkan Allah kepadaku, petunjuk dan cahaya.”

Kemudian, beliau membacakan Al-Quran dan menyeru Suwaid agar masuk Islam.

BACA JUGA: Sepenggal Kata yang Mengkhawatirkan Abu Bakar

Setelah menyatakan masuk Islam, Suwaid berkata, “Ini adalah yang benar-benar bagus.” Tapi tak lama setibanya di Yastrib (Madinah), dia terbunuh dalam Perang Bu’ats. Adapun keislamannya terjadi pada awal tahun kesebelas dari nubuwah. []

Sumber: Sirah Nabawiyah/ Karya: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri/ Penerbit:Pustaka Al-Kautsar/ 2017

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline