Foto: Pinterest

Di Balik Darul-Arqam

Tekanan demi tekanan terus dilancarakan oleh orang-orang Quraisy. Dimulai dari caci maki hingga adu fisik.

Dalam menghadapi berbagai tekanan itu, Rasulullah Shallahu ‘alahi wasallam mengambil langkah bijaksana. Beliau melarang orang-orang muslim menampakkan keislamannya, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Juga tak menemui mereka kecuali dengan cara sembunyi-sembunyi.

Hal itu dilakukan sebagai usaha menghalangi orang-orang Quraisy yang akan mengusik kegiatan beliau dalam mensucikan orang-orang muslim dan mengajarkan Al-Quran.

BACA JUGA: Orang-orang yang Berjalan di Bawah Sinar Kilat

Namun, kegiatan sembunyi-sembunyi tersebut adakalanya tercium oleh orang Quraisy. Sehingga langkah paling bijaksana ialah dengan menyembunyikan keislaman mereka.

Maka begitulah, para sahabat secara keseluruhan menyembunyikan keislaman, ibadah, dakwah, dan pertemuannya. Namun, tak berlaku bagi Rasulullah Shallahu ‘alahi wasallam yang mana tetap menampakkan dakwahnya dan ibadah di tengah-tengah orang musyrik.

BACA JUGA: Ahli Ibadah yang Merugi

Sekalipun begitu, orang-orang muslim tetap melakukan pertemuan secara sembunyi-sembunyi, demi kemashlahatan diri mereka dan kepentingan Islam.

Di atas bukit Shafa, berdirilah tempat tinggal Al-Arqam bin Abil-Alqam Al-Makhzumi yang menjadi markas dakwah beliau, sekaligus menjadi tempat pertemuan orang-orang muslim sejak tahun kelima dari nubuwah. []

Sumber: Sirah Nabawiyah/ Karya: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri/ Penerbit: Pustaka Al-Kautsar/ 2017

Artikel Terkait :

About Nida Nur Fadillah

Check Also

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Sa'ad bin Mu'adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, "Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?"

you're currently offline