Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ummu Sulaim, Pemilik Mahar Paling Mahal

0

Ummu Sulaim atau dengan nama asli Rumaishah binti Milhan merupakan seorang wanita yang terkenal cerdas, baik hati, bijaksana, dan juga berparas cantik. Suaminya adalah Malik bin Nadhir. Dari pernikahannya tersebut lahirlah Annas bin Malik.

Ketika Rasulullah mengenalkan Islam, Ummu Sulaim termasuk wanita yang pertama-tama masuk Islam. Ia mengucap syahadat ketika suaminya berpergian. Saat suaminya pulang ia mendapatkan murka. Malik bin Nadhir lantas akhirnya meninggalkan Ummu Sulaim dalam keadaan marah dan tak lama Malik meninggal.

Sepeninggal suaminya Ummu Sulaim sepenuhnya mendidik anak-anaknya untuk mendalami Islam. Bahkan ia menitipkan Annas kepada Rasulullah agar dijadikan murid sekaligus membantu beliau dalam setiap urusan.

Hasilnya kelak Annas bin Malik menjadi orang yang banyak meriwayatkan hadits.

Berita tentang kecerdaan Annas bin Malik dan ibunya yang hebat tersebar kemana-mana. Seorang bangsawan kaya raya bernama Abu Thalhah turut tertarik kepadanya. Abu Thalhah datang melamar Ummu Sulaim dengan membawa mahar yang banyak.

“Wahai Ummu Sulaim, maukah engkau menjadi istriku?” tanya Abu Thalhah.

“Wanita mana yang akan menolak laki-laki sepertimu? Tapi aku tidak dapat menerimamu karena engkau tidak beriman,” jawab Ummu Sulaim.

“Apakah engkau menginginkan emas dan perak hingga menolakku?” tanya Abu Thalhah kembali.

Related Posts

Cara Meraih Kebajikan yang Sempurna

“Demi Allah aku tidak membutuhkan emas dan perak. Jika engkau adalah seorang Muslim , tentu aku akan menerimamu. Hanya itulah mahar yang aku inginkan darimu,” tegas Ummu Sulaim.

Tidak mudah bagi Abu Thalhah untuk langsung beriman kepada Allah. Karena, selama ini ia meyakini berhala-berhala adalah Tuhannya.

Ummu Sulaim kembali berkata, “Wahai Abu Thalhah, apa yang engkau ragukan? Mengapa engkau menyembah berhala-berhala yang engkau buat sendiri? Tinggalkanlah mereka dan sembahlah Allah!”

Tak ada seorang pun yang sanggup menghalangi hidayah yang datang ke dalam hati Abu Thalhah. Ia datang kepada Rasulullah untuk mengucap dua kalimat syahadat. Seesuai dengan janjinya Ummu Sulaim menerimanya sebagai suami setelahnya.

Kepada anaknya Annas bin Malik, Ummu Sulaim berkata, “Wahai Annas, nikahkanlah ibu dengan Thalhah!”

Annas menikahkan ibunya dengan perasaan bahagia. Kaum Muslimin yang mengetahui kabar pernikahan keduanya itu berkata, “Tidak ada wanita yang memiliki mahar lebih mahal dari pada Ummu Sulaim, karena ia menjadikan Islam sebagai maharnya.”

Ummu Sulaim memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Pernikahannya dengan Abu Thalhah menghasilkan sembilan orang cucu yang semuanya penghafal Al-Qur’an. []

Sumber: 77 Cahaya Cinta di Madinah/ Penulis: Ummu Rumaisha/ Penerbit: Al-Qudwah Publishing/ Februari, 2015

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline